Google Rilis TurboQuant, “Pied Piper Dunia Nyata” Solusi Krisis RAM AI

Kompas.com, 26 Maret 2026, 16:02 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Divisi Google yang biasa fokus menghadirkan inovasi dalam teknologi dunia, Google Research memperkenalkan teknologi baru bernama TurboQuant.

Ini merupakan sebuah algoritma kompresi memori kecerdasan buatan (AI) yang diklaim sangat efisien tanpa mengorbankan performa.

Yang menarik, kemunculan teknologi ini langsung memicu candaan di internet. Banyak yang menyebut TurboQuant sebagai “Pied Piper”, merujuk pada startup fiktif di serial rilisan HBO, Silicon Valley.

Dalam serial tersebut, Pied Piper adalah perusahaan yang memiliki algoritma kompresi, di mana algoritma ini mampu mengecilkan ukuran file secara drastis tanpa kehilangan kualitas.

Kemiripan konsep inilah yang membuat TurboQuant dianggap seperti Pied Piper, tapi di dunia nyata, bukan serial fiktif.

Bedanya, jika Pied Piper fokus pada kompresi file umum, TurboQuant menyasar salah satu penghambat (bottleneck) utama dalam sistem AI modern, yaitu kinerja memori saat proses inferensi AI.

Kembali ke teknologi anyar Google Research tadi, TurboQuant dirancang untuk mengurangi penggunaan “working memory” AI, khususnya pada komponen yang disebut "KV cache" (memori sementara saat model memproses data).

Dengan teknik berbasis penyederhanaan sekumpulan angka dan data (vector quantization), teknologi ini diklaim mampu:

  • Mengompresi memori tanpa menurunkan akurasi model
  • Mengurangi bottleneck pada pemrosesan AI
  • Membuat AI “mengingat” lebih banyak informasi dalam ruang lebih kecil

Peneliti mengklaim efisiensi yang dihasilkan bisa mencapai setidaknya 6 kali lebih hemat memori dibanding metode konvensional.

Baca juga: Stok RAM Laptop Sedunia Sisa 30 Persen, Harga Kulkas Bakal Naik

Pakai teknik baru

Ilustrasi cara kerja TurboQuant oleh Google Research.Google Ilustrasi cara kerja TurboQuant oleh Google Research.

Google Research menyebut teknologi ini didukung dua pendekatan atau teknik utama, yaitu PolarQuant dan Quantization-aware Joint Learning (QJL). 

PolarQuant akan bisa mengubah cara data direpresentasikan agar lebih efisien dan kualitas atau akurasinya tak berkurang ketika dikompres.

Sedangkan QJL adalah teknik yang akan melatih AI supaya "sadar" bahwa data yang hendak diproses akan dikompres, sehingga tak ada kekeliruan dalam proses akhirnya. 

Sejumlah pelaku industri menilai TurboQuant sebagai terobosan penting. CEO Cloudflare, Matthew Prince, bahkan menyebutnya sebagai “momen DeepSeek” bagi Google.

Istilah ini merujuk pada efisiensi model AI asal China, DeepSeek, yang mampu bersaing dengan biaya pelatihan jauh lebih rendah dibanding rivalnya.

Baca juga: Krisis Memori Belum Reda, Diramal Berlanjut hingga 2030

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau