KOMPAS.com - Suasana berbeda terlihat di Gedung Putih saat First Lady (Ibu Negara Amerika Serikat) Melania Trump menggelar sebuah acara teknologi internasional pada Rabu (25/3/2026) waktu Amerika Serikat.
Ia tampak berjalan di karpet merah ditemani robot humanoid yang bisa berjalan dan berbicara, bukan dengan suaminya, Presiden AS Donald Trump.
Robot tersebut adalah Figure 03, robot yang dibuat mirip manusia (punya kepala, batang tubuh, tangan, kaki) buatan perusahaan robotika asal Silicon Valley, Figure AI.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian karena berjalan berdampingan dengan Melania saat memasuki ruangan utama acara.
Momen ini terjadi dalam ajang “Fostering the Future Together Global Coalition Summit”, sebuah forum yang membahas pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam dunia pendidikan.
Baca juga: Robot Humanoid Mulai Kerja di Pabrik Xiaomi
Tak sekadar tampil, robot tersebut juga sempat berbicara di hadapan tamu undangan. Ia memperkenalkan diri dan menyampaikan pesan tentang peran teknologi dalam membantu pendidikan anak-anak.
"Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari gerakan bersejarah ini untuk memberdayakan anak-anak dengan teknologi dan pendidikan," kata robot humanoid Figure 03. Kemudian, robot itu mengucapkan "selamat datang" dalam berbagai bahasa.
Dalam presentasinya, robot ini diposisikan sebagai gambaran masa depan, di mana AI humanoid bisa menjadi “guru” atau pendamping belajar bagi siswa.
Robot tersebut adalah Figure 03, robot yang dibuat mirip manusia (punya kepala, batang tubuh, tangan, kaki) buatan perusahaan robotika asal Silicon Valley, Figure AI. Robot ini bisa berbicara di hadapan tamu undangan.Robot Figure 03 sendiri merupakan generasi terbaru yang diperkenalkan pada Oktober 2025.
Robot yang konon memakan biaya produksi 25.000 dollar AS (sekitar Rp 42,2 juta) ini dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Mulai dari membantu pekerjaan rumah seperti melipat pakaian, hingga menjalankan tugas layanan seperti resepsionis atau pengantar barang.
Ditenagai sistem AI bernama Helix, robot ini dapat merespons perintah suara dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
Melania Trump dalam kesempatan itu juga menyoroti potensi teknologi AI dalam pendidikan.
Perempuan yang dua kali menjadi First Lady AS ini menyebut robot mirip manusia ini dapat membantu siswa mengakses pengetahuan secara instan dan personal, menyesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, bahkan kondisi emosional masing-masing anak.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 45 negara dan 28 organisasi teknologi global, termasuk perusahaan besar seperti Google, OpenAI, Microsoft, hingga Palantir.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif “Be Best: Fostering the Future” yang diusung Melania Trump. Program ini pertama kali diperkenalkan pada 2018 dengan fokus pada isu cyberbullying dan kesejahteraan anak, dan kini diperluas ke pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Namun, kehadiran robot humanoid di acara resmi Gedung Putih ini juga menuai beragam reaksi. Apalagi, acara ini berlangsung setelah kebijakan pemerintahan Donald Trump pada 2025 yang sempat menuai kritik terkait perubahan besar pada Departemen Pendidikan, termasuk pemangkasan anggaran dan tenaga kerja.
Sebagian pihak melihat robot humanoid sebagai inovasi masa depan, tetapi tak sedikit yang mengkhawatirkan dampaknya. Kritik ramai muncul di media sosial, terutama soal kemungkinan teknologi ini menggantikan peran guru manusia.
Beberapa komentar bahkan menyindir penggunaan robot di dunia pendidikan. Ada yang menyebut langkah ini seperti “menggantikan guru dengan mesin”. Sementara yang lain menolak gagasan anak-anak diajar oleh robot tanpa emosi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNet.
Baca juga: Aksi Robot Humanoid Ini Viral, Salah Tendang Instruktur Lalu Ikut Meringis
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang