Meta PHK 700 Karyawan, Bersamaan Siapkan Bonus Rp 15 Triliun untuk Bos

Kompas.com, Diperbarui 27/03/2026, 06:07 WIB
Marsha Bremanda,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber nytimes

KOMPAS.com - Meta, induk perusahaan Facebook, WhatsApp, dan Instagram,kembali memangkas sekitar 700 karyawan di tengah fokus besar perusahaan ke teknologi kecerdasan buatan (AI).

PHK yang diumumkan pada Rabu (25/3/2026) dan menjadi bagian terbaru dari gelombang pemangkasan tenaga kerja di industri teknologi. 

Pemangkasan terhadap ratusan karyawan Meta tersebut berdampak pada sejumlah tim, mulai dari Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, hingga penjualan. 

Baca juga: Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Bukan karena AI

Divisi Reality Labs sendiri sebelumnya juga telah mengalami pemangkasan sekitar 10 persen pada Januari lalu, seiring pergeseran fokus Meta dari pengembangan Metaverse ke teknologi AI. 

"Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan," demikian pernyataan juru bicara Meta. 

"Jika memungkinkan, kami juga mencari peluang lain bagi karyawan terdampak," tambahnya. 

Dari total 700 karyawan Meta yang di-PHK, belum diketahui secara pasti berapa jumlah karyawan yang terdampak yang berasal dari wilayah Bay Area. 

Namun sebelumnya, perusahaan telah mengajukan dokumen yang menunjukkan bahwa PHK terjadi di sejumlah lokasi kantor di California, termasuk Menlo Park, Sunnyvale, dan Burlingame.

Baca juga: Meta Mulai Gantikan Moderator Manusia dengan AI

Sebagai informasi, jumlah keseluruhan tenaga kerja Meta per akhir 2025 ini tercatat mencapai sekitar 79.000 karyawan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari NewYorkTimes.

Eksekutif dapat insentif jumbo

Di tengah keputusan pengurangan ratusan tenaga kerja tersebut, Meta justru menyiapkan program insentif saham bernilai besar untuk jajaran eksekutifnya. 

Kurang dari 24 jam sebelum PHK diumumkan, perusahaan memperkenalkan skema baru yang memungkinkan para bos Meta memperoleh opsi saham tambahan bernilai hingga 921 juta dollar AS (sekitar Rp 15 triliun). 

Insentif ini akan diberikan apabila Meta berhasil mencapai target pertumbuhan tertentu, termasuk ambisi menjadi perusahaan dengan valuasi hingga 9 triliun dollar AS (sekitar Rp 15,37 kuadriliun) pada 2031 mendatang.

Baca juga: Proyek Metaverse Tamat, Meta Tutup Dunia VR Horizon Worlds

Jajaran eksekutif yang akan mendapatkan bonus jumbo tersebut yaitu Chief Technology Officer, Chief Product Officer, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer, Vice President dan Vice Chairman, serta Chief Legal Officer. 

Mark Zuckerberg sendiri, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), dilaporkan tidak menerima opsi saham baru dalam program tersebut.

Adapun opsi saham tambahan ini menjadi kali pertama Meta memberikan insentif kepada eksekutifnya sejak perusahaan melantai di bursa pada 2012. Saat itu, perusahaan yang berbasis di California, AS ini masih bernama Facebook. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau