Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Memasak yang Bikin Rusak Wajan Antilengket

Kompas.com, 4 Juli 2025, 07:26 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Wajan antilengket merupakan salah satu peralatan dapur favorit banyak orang karena lapisan anti lengketnya yang memudahkan proses memasak dan pembersihan.

Namun, meski terlihat praktis dan tahan lama, wajan teflon ternyata sangat rentan terhadap kerusakan jika tidak digunakan dengan benar.

Beberapa kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele, ternyata justru bisa memperpendek usia pakainya.

Baca juga: 4 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Wajan Antilengket

Kesalahan memasak yang merusak wajan antilengket

Berikut beberapa kesalahan umum dalam memasak yang perlu dihindari agar wajan teflon Anda tetap awet dan fungsional:

1. Memasak makanan asam

Bahan makanan dengan tingkat keasaman tinggi seperti tomat, cuka, lemon, atau saus berbasis asam sebaiknya dihindari untuk dimasak dalam wajan teflon.

Ilustrasi saus barbeku.Dok. Freepik/jcomp Ilustrasi saus barbeku.

Kandungan asam tersebut bisa mengganggu struktur kimia lapisan teflon dan menyebabkan permukaan menjadi mengelupas atau melepuh.

Baca juga: Resep Apem Kukus Saus Santan, Camilan Malam 1 Suro

Jika ingin memasak makanan asam, gunakan wajan stainless steel atau wajan enamel sebagai alternatif.

2. Menggunakan alat masak berbahan logam

Sendok, spatula, atau garpu berbahan logam dapat dengan mudah menggores lapisan anti lengket pada teflon. Goresan ini tidak hanya merusak tampilan, tetapi juga menurunkan efektivitas wajan.

Ilustrasi metal spoon atau sendok logam untuk plating makanan. SHUTTERSTOCK/momoproduction Ilustrasi metal spoon atau sendok logam untuk plating makanan.

Gunakan alat masak berbahan kayu, silikon, atau plastik tahan panas untuk menjaga keutuhan permukaannya.

3. Menyimpan wajan tanpa perlindungan

Menumpuk wajan teflon dengan peralatan masak lain tanpa pelindung bisa menyebabkan permukaan teflon tergores akibat gesekan, terutama jika bersentuhan langsung dengan logam.

Baca juga: Cara Mudah Mencegah Makanan Menempel di Wajan Stainless Steel

Solusinya, simpan wajan secara terpisah atau letakkan lapisan kain, tisu tebal, atau pelindung antislip di antara tumpukan.

4. Membilas wajan panas dengan air dingin

Perubahan suhu ekstrem, seperti menyiram wajan yang masih panas dengan air dingin, dapat membuat lapisan teflon melengkung, retak, bahkan mengelupas.

Mencuci wajan anti lengket dengan tangan dan produk cuci yang lembut bisa membuatnya lebih awet.UNSPLASH/COOKER KING Mencuci wajan anti lengket dengan tangan dan produk cuci yang lembut bisa membuatnya lebih awet.

Biarkan wajan dingin secara alami sebelum mencucinya untuk mencegah kerusakan akibat perubahan suhu mendadak.

5. Menggunakan semprotan antilengket

Meskipun terdengar praktis, penggunaan cooking spray justru bisa meninggalkan residu yang menumpuk dan merusak permukaan teflon dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Atasi Wajan yang Lengket Saat Dipakai Masak

Sebaiknya gunakan minyak alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa untuk menjaga kebersihan dan daya anti lengket wajan.

6. Memanaskan wajan tanpa minyak

Berbeda dengan wajan besi yang perlu dipanaskan dulu, memanaskan wajan teflon kosong bisa merusak lapisan pelindungnya.

Baca juga: Cara Bersihkan Noda Karamel Pada Wajan atau Panci

Panas langsung tanpa minyak bisa menyebabkan lapisan teflon cepat rusak. Oleh karena itu, tambahkan minyak bersamaan saat mulai memanaskan wajan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau