Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Merawat Wajan Antilengket, Pemakaian, Pencucian, hingga Penyimpanan

Kompas.com, 21 Maret 2025, 12:01 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Wajan antilengket adalah peralatan dapur yang sangat populer karena kemudahan penggunaan dan pembersihannya.

Namun, tanpa perawatan yang tepat, lapisan anti lengket dapat mengelupas, tergores, dan kehilangan efektivitasnya.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara merawat wajan anti lengket agar tetap awet dan aman digunakan.

Baca juga: Jangan Lakukan 6 Hal Ini Pada Wajan Antilengket, Bisa Cepat Rusak

Mengenal jenis wajan antilengket

Tidak semua wajan anti lengket dibuat dengan bahan yang sama. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan:

Non-stick tradisional (PTFE/PFOA-Free)

  • Kelebihan: Permukaan yang sangat licin sehingga makanan tidak mudah menempel dan mudah dibersihkan.
  • Kekurangan: Tidak tahan terhadap suhu tinggi, dapat mengeluarkan asap berbahaya jika terlalu panas, dan rentan terhadap goresan dari peralatan dapur logam.

Non-stick keramik

  • Kelebihan: Bebas dari bahan kimia seperti PTFE dan PFOA serta lebih tahan panas dibandingkan non-stick tradisional.
  • Kekurangan: Kurang licin dibandingkan non-stick tradisional dan dapat kehilangan sifat anti lengket jika sering terkena suhu tinggi.
 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

Non-stick kombinasi

  • Kelebihan: Kombinasi baja tahan karat dan lapisan anti lengket, aman digunakan dengan peralatan dapur berbahan logam.
  • Kekurangan: Tidak selicin wajan anti lengket tradisional dan harganya lebih mahal.

Cast iron (besi cor)

  • Kelebihan: Sangat tahan lama, mampu menahan suhu tinggi, dan bisa digunakan dengan peralatan logam.
  • Kekurangan: Membutuhkan perawatan ekstra agar tetap antilengket, tidak cocok untuk makanan asam, dan berat.

Baca juga: 8 Tips Rawat Wajan Antilengket, Bisa Awet Sampai Bertahun-tahun

Cara menggunakan wajan antilengket dengan benar

Berikut ini adalah cara menggunakan wajan antilengket:

Hindari memanaskan wajan saat kosong

Jangan memanaskan wajan anti lengket dalam keadaan kosong pada suhu tinggi karena dapat merusak lapisan pelindungnya.

Jangan pakai wajan logam

Hindari penggunaan peralatan berbahan logam yang dapat menggores permukaan wajan. Gunakan sendok kayu, silikon, atau plastik untuk memperpanjang umur wajan.

Hindari cooking spray

Cooking spray dapat meninggalkan residu yang sulit dibersihkan dan mengurangi efektivitas lapisan antilengket. Sebaiknya gunakan minyak atau mentega biasa.

Ilustrasi membersihkan wajan antilengket.Shutterstock/Kira_Yan Ilustrasi membersihkan wajan antilengket.

Tips membersihkan dan merawat wajan antilengket

Berikut ini adalah tips membersihkan dan merawat wajan antilengket:

Jangan cuci pakai mesin pencuci piring

Meskipun beberapa wajan diklaim aman untuk mesin pencuci piring, disarankan untuk mencucinya dengan tangan menggunakan air hangat, sabun lembut, dan spons halus agar lapisannya tidak cepat rusak.

Gunakan baking soda untuk noda ,embandel

Jika terdapat sisa makanan yang sulit dibersihkan, taburkan sedikit baking soda, tambahkan air hingga membentuk pasta, lalu gosok perlahan dengan spons lembut.

Hindari penggunaan deterjen kuat dan spons yang terlalu kasar

Bahan kimia keras dan alat pembersih yang terlalu kasar, seperti kawat baja dapat merusak lapisan anti lengket.

Baca juga: Resep Ikan Kembung Kecap, Goreng di Wajan Antilengket

Cara menyimpan wajan antilengket

Berikut ini adalah cara menyimpan wajan antilengket agar tetap awet dan tidak mudah rusak:

Gunakan pelindung saat menyusun wajan

Jika harus menumpuk wajan, letakkan kain lembut, tisu, atau pelindung khusus di antara wajan untuk mencegah goresan.

Simpan dengan menggantung

Jika memungkinkan, gantung wajan di rak untuk menghindari goresan akibat gesekan dengan peralatan dapur lainnya.

Kapan harus mengganti wajan antilengket?

Wajan anti lengket memiliki umur terbatas, meskipun dirawat dengan baik. Beberapa tanda bahwa wajan perlu diganti meliputi:

Ilustrasi wajan antilengket tergores. SHUTTERSTOCK/MALIFLOWER73 Ilustrasi wajan antilengket tergores.

  • Lapisan mulai mengelupas atau tergores.
  • Warna wajan berubah atau tampak melengkung.
  • Makanan mulai menempel meskipun sudah menggunakan minyak atau mentega.

Kapan menggunakan dan menghindari wajan antilengket?

Saat memasak, ketahui saat menggunakan dan menghindari wajan antilengket.

Gunakan wajan antilengket untuk:

  • Makanan lembut seperti telur, pancake, dan crepes.
  • Ikan dengan kulit yang mudah menempel seperti salmon.
  • Makanan lengket seperti halloumi dan kentang goreng.
  • Menumis sayuran dan menghangatkan makanan.

Hindari menggunakan wajan antilengket untuk:

  • Memasak dengan suhu tinggi seperti memanggang steak atau burger.
  • Membuat saus atau gravy yang membutuhkan caramelisasi.
  • Masakan yang perlu dipindahkan dari kompor ke oven kecuali wajan dinyatakan oven-safe.
  • Memasak makanan dengan gula tinggi seperti karamel atau menggoreng dalam minyak dalam jumlah besar.

Baca juga: Resep Sate Taichan Lengkap dengan Sambal, Bakar di Wajan Antilengket

Dengan perawatan yang tepat, wajan antilengket dapat bertahan lebih lama dan tetap aman digunakan.

Mengikuti tips di atas akan membantu Anda menjaga kualitas peralatan masak serta memastikan keamanan makanan yang Anda sajikan setiap hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau