Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingat, Kucing yang Divaksin Belum Tentu Terhindar dari Panleukopenia

Kompas.com, 13 November 2020, 19:33 WIB
Abdul Haris Maulana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Feline Panleukopenia Virus (FPV) menjadi virus mematikan bagi semua jenis kucing.

Virus ini menyebar dan menyerang kelenjar pertahanan tubuh kucing, lalu merusak saluran pencernaan, seperti rusaknya vili usus alias usus halus.

Seekor kucing yang terinfeksi FPV akan memiliki gejala berupa demam sangat tinggi, tidak nafsu makan, muntah, diare, dehidrasi atau penurunan jumlah sel darah putih secara tajam.

Baca juga: Mengenal Penyakit Panleukopenia pada Kucing, Gejala dan Penanganannya

Jika gejala di atas terus-menerus terjadi, maka kucing akan mati. Pada anak kucing yang baru lahir virus ini akan menyerang perkembangan cerebellum atau otak kecil, sehingga menyebabkan kelainan saraf.

Sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi FPV. Guna mencegah kucing tertular feline panleukopenia virus, mereka harus diberikan vaksin agar memiliki kekebalan tubuh yang kuat.

Biasanya vaksin yang diformulasikan untuk mencegah penularan FPV adalah kombinasi feline herpesvirus tipe 1 (FHV-1) dan feline calicivirus (FCV).

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pemberian vaksin pada kucing dapat sepenuhnya menghindari mereka tertular dari virus FPV?

Baca juga: Belum Ada Obatnya, Begini Cara Cegah Kucing Tertular Virus FIV

Terkait hal tersebut, seorang pencinta dan penyelamat kucing, Dewi Fitriani memberikan jawabannya ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (12/12/2020).

"Sebenarnya sih pentingnya vaksin yaitu bukan untuk mencegah, tapi untuk mengurangi saja. Mengurangi kemungkinan kematian si kucing," jelas Dewi.

Dewi mengatakan demikian berdasarkan pengalaman yang banyak dilaluinya soal FPV. Sudah ratusan lebih kucing miliknya mati akibat virus tersebut.

Terlebih ia mengatakan bahwa belum lama ini kucing milik temannya juga terkena panleukopenia setelah melakukan vaksin yang kedua. Hal tersebut membuat kucing temannya dirawat inap di klinik hewan.

Meski begitu, gejala FPV pada kucing yang sudah diberi vaksin tidak separah dengan kucing yang belum divaksin. Oleh karenanya, bisa saja si kucing yang telah divaksin dapat bertahan hidup.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau