JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman Caladium atau keladi saat ini memiliki menjadi incaran para pencintannya.
Warna daunnya yang mencolok serta memiliki kombinasi warna yang unik seperti putih, hijau, merah muda, dan merah membuat popularitasnnya kian melonjak.
Bentuknya pun tak kalah unik yakni membentuk seperti mata panah dan panjangnya bisa mencapai 18 inci.
Baca juga: Lagi Tren, Begini Cara Merawat Caladium Bicolor alias Keladi Merah
Dilansir dari Gardening Know How, Jumat (4/12/20) tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini memiliki berbagai masalah seperti penyakit dan hama.
Keladi tumbuh dari umbi, jika umbi memiliki masalah dalam penyimpannya, tanaman dapat menjadi kerdil. Maka dari itu, letakkan keladi ini di garasi atau teras pada suhu antara 15 hingga 32 derajat Celsius.
Suhu yang lebih dingin atau lebih panas akan membuat pertumbuhan tanaman terhambat. Keladi memang menyukai sinar matahari, namun tidak bisa terkena secara langsung karena akan mengakibatkan terbakar dan muncul bercak coklat di daun.
Jika hal ini terjadi, pindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh. Jika Anda menanam keladi di dalam ruangan, letakkan di ruangan yang hangat dengan banyak cahaya.
Baca juga: Jenis-jenis Tanaman Keladi yang Perlu Diketahui Sebelum Mengoleksi
Umbi keladi harus ditanam sedalam 2,5 sampai 5 cm dengan kenop, atau kuncup mata, menghadap ke atas.
Terlalu Banyak Air
Selain itu, masalah akan terjadi jika terlalu banyak air dan pupuk yang diberikan, maka dari itu berhati-hatilah dengan pemupukan.
Tanaman keladi biasanya tidak diganggu oleh serangga namun ulat dan kutu daun bisa menggigit daun atau getah selnya.
Untuk mencegahnya, Anda harus memerhatikan bentuk daun keladi ini.