Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 17 Maret 2021, 21:53 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari semua ruangan di rumah, kamar mandi adalah salah satu yang terpenting untuk menjaga kebersihan.

Permukaan kamar mandi dapat menampung semua jenis kuman, termasuk bakteri, virus, dan jamur seperti jamur dan lumut.

Dilansir dari Better Homes & Gardens, Rabu (17/3/2021), pembersihan kamar mandi secara teratur adalah kunci untuk menjaga kebersihan, tetapi ada juga beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan ruang yang lebih higienis tanpa perlu menggosok ekstra.

Baca juga: 6 Panduan Feng Shui untuk Pintu Kamar Mandi, Harus Selalu Ditutup

Inovasi dan teknologi kamar mandi baru seperti perlengkapan tanpa sentuhan membuat lebih mudah dari sebelumnya untuk menjaga kamar mandi Anda bersih lebih lama. Kurangi penyebaran kuman dan jauhkan bakteri dengan cara mudah ini memperbarui kamar mandi.

Perlengkapan Tanpa Sentuhan

Perlengkapan yang secara otomatis menyala dengan lambaian tangan dapat membantu meminimalkan kontak Anda dengan permukaan kamar mandi yang berpotensi terkena kuman. Pertimbangkan untuk mengganti keran standar dan sakelar lampu dengan versi tanpa sentuhan.

Ganti Keset Kamar Mandi

Keset kamar mandi yang lembut mungkin terasa mewah di bawah kaki, tetapi bahan yang mewah bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur, lumut, dan bakteri. Secara umum, keset kamar mandi yang ringan dan cepat kering adalah alternatif yang lebih higienis.

Cari keset kamar mandi yang terbuat dari bahan seperti katun, poliester, atau wol yang menyerap kelembaban dan cepat kering.

Baca juga: Apakah Bisa dan Aman Memasang Wallpaper di Kamar Mandi?

Keset kamar mandi yang terbuat dari bahan alami seperti bambu atau tanah diatom (yang terbuat dari fosil alga) secara alami bersifat antibakteri dan mengering lebih cepat daripada bahan kain.

Tetapi jika Anda lebih suka tidak melepaskan keset kamar mandi yang lembut, pastikan untuk mencucinya dengan air panas (untuk desain tanpa alas karet) setiap dua minggu sekali untuk menghilangkan kuman dan bau.

Lindungi Sikat Gigi

Menyimpan sikat gigi di tempat terbuka dapat membuat sikat gigi terkena bakteri dari penyiraman toilet dan percikan wastafel. Agar sikat gigi Anda tetap bersih di sela-sela penggunaan, simpan di dalam wadah yang melindungi dan mensterilkan bulunya.

Hilangkan Kelembaban Berlebih

Terlalu banyak kelembaban di udara dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut serta kerusakan yang berhubungan dengan air pada permukaan kamar mandi.

Untuk menjaga tingkat kelembapan, pastikan untuk menyalakan kipas ventilasi sebelum setiap mandi dan biarkan selama setidaknya 20 menit sesudahnya. Pertimbangkan untuk menurunkan suhu air untuk mengurangi jumlah uap, dan, jika mungkin, buka jendela.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau