Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengharum Ruangan Aroma Lemon Bikin Udara di Rumah Tak Bersih?

Kompas.com, 18 Maret 2021, 07:18 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Udara di luar rumah memang memiliki banyak polusi yang berasal dari asap kendaraan, rokok, dan sebagainya. Namun, hal yang mengejutkan adalah udara di dalam rumah juga bisa berpotensi memiliki kualitas yang tidak kalah buruk.

Dilansir dari The Spruce, Kamis (18/3/2021), meskipun sebagian besar kotoran rumah tangga mudah dilihat, kotoran yang mengotori udara dalam ruangan sulit dideteksi.

Faktanya, sebagian besar rumah dan apartemen memiliki beberapa masalah kualitas udara tanpa tanda-tanda yang jelas.

Baca juga: 7 Tempat untuk Meletakkan Tanaman Pembersih Udara di Dalam Rumah

Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan tiga sumber baru polusi udara dalam ruangan yang mengejutkan. Berikut penyebab udara tidak bagus di dalam rumah dan cara mengatasinya:

Pengharum ruangan aroma lemon

Lilin beraroma jeruk dan produk pembersih membuat rumah Anda harum. Sisi sebaliknya adalah bahan kimia yang mereka keluarkan dapat mengubah udara dalam ruangan menjadi beracun.

Apa masalahnya? Pembersih beraroma harum lemon segar adalah bahan kimia organik yang mudah menguap.

Meskipun tidak semua VOC berbahaya, yang satu ini menjadi sangat berbahaya jika bercampur dengan ozon permukaan tanah, yang terdapat di sebagian besar rumah. Bersama-sama mereka membentuk formaldehida, karsinogen yang diketahui menyebabkan kanker.

Baca juga: 10 Hal yang Dibutuhkan untuk Meningkatkan Kualitas Udara Rumah

Untuk membersihkan udara buruk di dalam ruangan ini, Anda bisa meletakkan tanaman yang mampu menyedot VOC dari udara seperti spider plant. Tanaman ini sangat berguna untuk mengurangi bahan kimia yang terbawa udara.

Asap rokok

Rokok elektrik mungkin kurang berbahaya dibandingkan rokok tradisional, tetapi rokok elektrik masih dapat mengotori udara dalam ruangan. Ini menciptakan residu lengket yang disebut asap tangan ketiga yang menempel pada permukaan dalam ruangan menurut beberapa penelitian utama.

Yang membuat asap rokok berbahaya adalah asapnya melepaskan racun kimia yang ditemukan dalam uap dan asap bekas selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan ya, dalam beberapa kasus bahkan bertahun-tahun setelah asapnya hilang.

Lebih buruk lagi, ketika asap rokok bercampur dengan bahan kimia di udara lainnya, contoh yang baik adalah asam nitrat dari gas memasak, yang menjadi lebih berbahaya jika Anda terhirup.

Asap rokok merembes ke permukaan berpori, yang bisa membuatnya tidak bisa dihilangkan. Jika Anda telah merokok di dalam rumah selama bertahun-tahun, The Foundation for a Smoke-Free America mengatakan bahwa mengganti permukaan berpori, termasuk kain pelapis, dan karpet adalah cara terbaik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau