JAKARTA, KOMPAS.com — Kucing memiliki perilaku suka menandai wilayahnya dengan memberikan air urinnya. Perilaku ini tampaknya memang normal dilakukan oleh kucing, namun, bila terjadi terus-menerus hingga kucing enggan buang air kecil di kotak pasirnya, hal ini patut diwaspadai.
Jika perilaku ini terjadi lebih dari satu atau dua kali, sebaiknya kamu membawa kucing ke dokter hewan untuk memeriksakan adakah masalah kesehatan yang sedang di derita oleh si manis kesayangan.
Untuk itu, sebagai pemilik kita harus tahu, mana perilaku kucing yang wajar, mana yang tidak, termasuk perilakunya saat buang air kecil. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kucing membuang air kecil di luar kotak kotoran mereka.
Baca juga: 8 Ras Kucing yang Bisa Hidup Akur dengan Anjing
Dilansir dari The Spruce Pets, Senin (22/3/2021), kucing menggunakan urin untuk menandai wilayah yang penting bagi mereka.
Kucing mencapai kematangan sosial antara usia 2 hingga 4 tahun. Saat buang air biasa kucing akan melakukannya dengan berjongkok dan mengendapkan urin atau feses pada permukaan horizontal, sementara urin untuk menandai wilayah cenderung menargetkan permukaan vertikal.
Namun, kucing dapat mengeluarkan urin pada permukaan horizontal atau vertikal. Kucing jantan adalah jenis yang paling sering melakukan penyemprotan urin.
Kucing akan menghindari kotak kotoranya jika berada di tempat yang salah. Seperti, terlalu dekat dengan makanan atau tempat tidur, jika tidak bersih, atau terkadang saat kucing harus berbagi dengan kucing lain.
Baca juga: Kenapa Kucing Takut Air? Ini Alasannya Menurut Pakar
Selain itu, bentuk kotak kotoran dan ukuran juga akan diperhatikan oleh kucing. Untuk itu, disarankan jangan memberikan kotak kotoran yang terlalu kecil pada kucing yang berekor besar.
Menyebarkan bau urin sebenarnya membantu menurunkan tingkat stres kucing. Kucing menyukai rutinitas dan apa pun yang mengganggu aktivitas normalnya sehari-hari.
Selain membuang urin pada barang-barang, kucing juga suka bermain-main dengan tirai, berpatroli di sekitar jendela, dan melakukan banyak kegiatan yang tidak bisa diprediksi.
Pada musim ketika kucing liar mengalami berahi, aroma dan suaranya dapat membuat kucing dalam ruangan menjadi lebih stres dan meningkatkan perilaku mereka yang suka memberikan tanda untuk teritorialnya.
Selain itu, stres dapat memperburuk masalah medis atau perilaku kucing. Jadi, apakah masalah kucingmu berkaitan dengan masalah kesehatan atau penandaan teritorial yang ketat, program pengurangan stres akan membantu.