Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, Diperbarui 27/04/2023, 18:11 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kita tentu sering melihat anjing terengah-engah dan menjulurkan lidah. Hal ini banyak membuat para pemilik anjing bertanya-tanya, apakah kebiasaaan ini berlebihan atau tak biasa.

Sebab, kebanyakan dari kita tentu tak bisa membedakan, mana yang normal, mana yang berlebihan.

Terkait hal ini, peneliti telah mengamati anjing yang terengah-engah untuk menentukan penyebabnya.

Baca juga: Tips Pertolongan Pertama untuk Anjing dalam Kondisi Darurat

Ilustrasi anjing John Price Ilustrasi anjing

Pernapasan dengan mulut terbuka sedang hingga cepat adalah perilaku normal pada anjing dan anak anjing untuk menurunkan suhu tubuh dan juga memasukkan oksigen ke dalam aliran darahnya. Anjing yang terengah-engah bernapas dengan mulut terbuka dan lidah agak menonjol.

Terengah-engah sebagai mekanisme pendinginan tubuh diperlukan karena anjing tidak memiliki sistem kelenjar keringat yang efektif seperti manusia.

Sebaliknya, anjing mendinginkan tubuh mereka menggunakan penguapan kelembapan dari mulut dan lidah, dan dengan menukar udara panas di paru-paru mereka dengan udara di luar yang lebih dingin.

Terengah-engah tidak sama dengan sulit bernapas. Pernapasan yang sulit atau sesak ditandai dengan pernapasan yang tegang dan dapat disertai dengan suara kesusahan seperti tangisan atau rengekan, atau peluit dari lubang hidung atau tenggorokan karena penyumbatan.

Baca juga: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Memandikan Anjing

Alasan umum anjing terengah-engah

Anjing atau anak anjing mungkin terengah-engah karena salah satu dari lima alasan di bawah ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau