Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 23 April 2021, 12:38 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA,KOMPAS.com- Mencuci pakaian menjadi kegiatan sehari-hari yang tidak boleh diabaikan. Sebab, mencuci pakaian tak sekadar membasahi dan mengeringkannya, tetapi juga harus memastikan pakaian bersih, bebas kuman, dan jauh dari bau tak sedap.

Untuk hasil pencucian terbaik, ada berbagai pembersih atau sabun pencuci pakaian yang dilengkapi dengan pewangi. Namun, dilansir dari The Spruce, Jumat (23/4/21), Anda bisa membuat pembersih pakaian dari bahan alami dan lebih ramah lingkungan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini. 

Baca juga: Tambahkan Bahan-bahan Ini Saat Mencuci Pakaian untuk Basmi Bakteri

Soda Kue

Soda kue berkhasiat baik membuat pakaian lebih bersih dan bebas bau. Ini adalah peredam bau alami yang sempurna untuk menjaga cucian tetap segar dan aman digunakan pada semua jenis kain, termasuk pakaian tidur anak-anak.

Soda kue juga membantu meningkatkan kinerja deterjen, melembutkan kain, dan mengurangi buih untuk lebih cepat memuat di mesin cuci muatan depan.

Perasan Jeruk Nipis

Perasan jeruk nipis mengandung asam asetat yang 100 persen memiliki efek pemutihan alami pada kain. Sebelum digunakan, Anda harus menghilangkan sari buah terlebih dahulu karena dapat mengubah warna pakaian secara permanen. Namun, sari buah ini bisa digunakan pada kain atau pakaian putih untuk membantu menghilangkan noda kuning di ketiak atau noda karat. 

Baca juga: 6 Manfaat Baking Soda untuk Mencuci Pakaian

Cuka Putih Suling

Meski harganya murah, cuka putih suling sangat efektif dan aman digunakan untuk membersihkan pakaian daripada pemutih klorin dan pelembut kain. Pilihlah selalu cuka putih daripada sari apel atau jenis lainnya karena tidak akan menodai kain. 

Cuka putih mampu menghilangkan bau keringat dan noda kuning di ketiak, noda jamur, serta memutihkan dan mencerahkan pakaian.

Selain itu, menambahkan satu cangkir cuka putih suling ke bilasan terakhir dapat membuat pakaian terasa lembut dan segar. Cuka putih suling juga bisa digunakan untuk membersihkan mesin cuci serta membantu mengontrol bau apek pada mesin cuci. 

Baca juga: 7 Manfaat Cuka untuk Mencuci Pakaian dan Mesin Cuci

Bedak Bayi

Bedak bayi, tepung maizena, atau kapur tulis putih adalah perawatan alami yang bagus untuk membantu menyerap noda berminyak. Cukup taburi noda berminyak dengan bedak bayi atau tepung maizena. Bisa pula menggosok kapur putih pada area yang terdapat noda minyak.

Biarkan bedak menempel di noda selama sepuluh menit untuk menyerap minyak, lalu sikat bagian tersebut dan cuci pakaian sampai bersih. Setelah itu, keringkan pakaian dengan mengikuti petunjuk label perawatan. 

Baca juga: Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Mencuci Pakaian

Garam

Jika pakaian terkena tumpahan anggur merah, taburi bagian tersebut dengan banyak garam dapur merek apa pun. Biarkan sampai garam menyerap cairan, lalu sikat pakaian dan cuci segera karena garam dapat meninggalkan noda putih pada kain.

Garam juga dapat digunakan untuk membersihkan kotoran atau residu pada elemen panas setrika. Garam mampu mengikis kotoran dengan lembut. Taburi sedikit garam pada elemen setrika pelat, lalu gosok secara perlahan. Setelah itu, bersihkan setrika memakai kain lembap yang bersih dan biarkan mengering. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau