Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cari Tahu Kepribadianmu Lewat 5 Tempat yang Berantakan di Rumah

Kompas.com, 29 April 2021, 11:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Elle Decor

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengungkap kepribadian seseorang dapat dilakukan dari berbagai cara, salah satunya lewat tempat penyimpanan benda miliknya yang berantakan. Sedikit aneh memang. Sebab, kebanyakan mengungkapkan lewat bagaimana menata atau meletakkan benda-benda dengan apik. 

Namun, dilansir dari laman Elle Décor, Rabu (28/4/21), sebuah buku berjudul What Your Clutter Is Trying To Tell You berhasil membuktikan hal tersebut.

Baca juga: Ternyata, Barang-barang Ini yang Menyebabkan Rumah Berantakan

Buku yang ditulis Kerri Richardson itu mengeksplorasi bagaimana kekacauan fisik dapat bertindak sebagai hambatan mental dan mencerminkan masalah emosional yang mungkin Anda hadapi dalam hidup.

Lantas, apa saja tempat penyimpananya? Berikut ini lima tempat penyimpanan berantakan di rumah yang bisa mengungkapkan kepribadian seseorang. 

Baca juga: 4 Kebiasaan yang Membuat Rumah Semakin Berantakan

Lemari Berantakan Tanda Sulit Move On

Buku What Your Clutter Is Trying To Tell You menyebut bahwa lemari pakaian yang berantakan menunjukkan tentang kepribadian seseorang yang tidak ingin melepaskan fantasi nostalgia.
Celana jeans tua atau gaun malam mungkin mengingatkan Anda akan masa-masa yang lebih bahagia atau lebih muda.

Lemari pakaian yang berantakan lebih berarti tentang tidak ingin melepaskan perasaan tersebut daripada pakaian itu sendiri. Artinya, orang-orang dengan kekacauan tersebut memiliki kepribadian sulit melupakan masa lalu alis susah move on

Baca juga: 7 Benda yang Bikin Kamar Tidur Selalu Berantakan

Meja Berantakan Tanda Suka Menunda 

Kekacauan di meja menunjukkan ketakutan untuk bergerak maju. Menunda-nunda dan menghindari membersihkan tumpukan kertas menunjukkan keengganan untuk menangani masalah yang sulit.

Meja kerja yang berantakan bertindak sebagai alasan untuk tidak melanjutkan tugas atau proyek berikutnya. Untuk mengatasinya, Richardson menyarankan untuk segera meyelesaikan kekacauan di meja pertama.  

Baca juga: 6 Kesalahan Dekorasi yang Membuat Rumah Terlihat Berantakan

Mobil Berantakan Tipe Tidak Ada Motivasi Hidup

Benda-benda yang berantakan di mobil adalah tanda jelas bahwa Anda merasa kewalahan. Ini menunjukkan Anda tidak memiliki ruang tersisa untuk diri sendiri dan batas-batas dalam hidup telah runtuh.

Anda mungkin mengisi ruang pribadi dengan kekacauan untuk menghindari melanjutkan perencanaan hidup serta membuat keputusan penting.

Garasi Berantakan Tipe Menghindar dari Masalah 

Kekacauan menguras energi dan dapat membuat Anda merasa kehilangan motivasi atau kewalahan. Mungkin Anda sudah terbiasa dengan barang-barang yang menumpuk di garasi serta menganggap hal itu sebagai pemandangan normal.  

Baca juga: Pilihan Warna di Rumah Berkaitan dengan Kepribadian Pemiliknya?

Namun, hal yang mengkhawatirkan bila Anda tidak tahu harus memulai membereskan garasi dari mana dan menghindari semuanya bersama-sama. Hal ini menunjukkan bahwa Anda kekurangan energi mental untuk menghadapi tugas-tugas rumit.

Menghindar bukalah hal tepat untuk menyelesaikannya. Sebaliknya, mengatasinya langsung adalah cara terbaik. 

Loteng Berantakan Tipe Mudah Bersalah

Loteng yang berantakan berisi kenang-kenangan lama, benda pusaka, atau kenang-kenangan ditumpuk di dalam kotak. Banyak dari barang-barang tersebut tidak memiliki kegunaan, tetapi rasa bersalah dapat menghentikan Anda untuk membersihkannya. 

Baca juga: 6 Jenis Anjing yang Memiliki Kepribadian Ramah, Apa Saja?

Beban emosional tersebut membuat Anda sulit membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai itu dari loteng. Untuk itu, sebaiknya coba pikirkan apakah Anda membutuhkan barang-barang tersebut atau tidak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau