Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 11 Mei 2021, 09:38 WIB
Aniza Pratiwi,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendekorasi ruangan tak hanya dapat dilakukan dengan cara menata ulang furnitur dan mengecat ruangan, namun bisa dilakukan dengan menambahkan elemen dekorasi di dalamnya, seperti buket bunga.

Seperti halnya dengan tanaman hias lainnya, buket bunga yang dirangkai juga dapat menjadi elemen dekorasi yang cantik di dalam ruangan.

Namun, tak seperti tanaman hias pada umumnya yang bisa dirawat dengan waktu yang lama, buket bunga biasanya tak bisa bertahan dengan waktu lama, mereka akan layu seiring dengan waktu.

Baca juga: Tips Menanam Bunga Air Mancur yang Menjuntai dan Cantik

Namun, sebenarnya seperti yang dilansir dari The Spruce, Selasa (11/5/2021), untuk menjadikan buket bunga bertahan lebih lama, Anda dapat memberikan pupuk yang dibuat sendiri.

Bahkan, fakta yang mengejutkan adalah pupuk untuk buket bunga ini hanya terdiri dari tiga bahan utama yakni asam sitrat, gula, dan pemutih. Pupuk tersebut berfungsi untuk membantu bunga tetap segar lebih lama.

Asam sitrat dapat menurunkan pH dalam air yang membuatnya lebih layak huni bagi bunga yang baru dipotong untuk tumbuh subur. Sedangkan gula bertindak sebagai makanan yang sebenarnya untuk bunga, sebab bunga menghasilkan dan mengonsumi gula dalam proses fotosintesis.

Begitu bunga tersebut dipotong, mereka tidak bisa lagi menghasilkan bungan dan dengan menambahkan gula ke dalam air, bunga mengira mereka masih bisa makan dan membuat mereka lebih bahagia.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Bunga Krisan, Bisa untuk Obat hingga Minuman

Terakhir, pemutih bertindak sebagai desinfektan air dan membantu menyingkirkan bakteri yang berpotensi berbahaya yang dapat menghambat umur bunga.

Berikut cara membuat pupuk untuk buket bunga. 

Bahan dan peralatan yang dibutuhkan:

  • Sendok ukur
  • Wadah
  • Bahan
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh pemutih
  • 2 sendok teh perasan lemon atau jeruk nipis
  • 1 liter air hangat

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau