Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Membersihkan Kipas Angin dari Debu dan Kotoran

Kompas.com, 11 Agustus 2021, 17:06 WIB
Dian Reinis Kumampung

Penulis

Sumber Lifehacker

JAKARTA, KOMPAS.com--Rambut, kotoran, debu, serat, dan segala jenis benda kotor lainnya di udara menumpuk di kipas yang kita gunakan dari waktu ke waktu. Jika kamu tidak membersihkannya, semua kotoran itu akan kembali ke udara dan akan kamu hirup lagi.

Kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar kipas rumah tangga sangat mudah dibongkar dan dibersihkan.

Dilansir dari Lifehacker, Rabu (11/8/2021), yang diperlukan hanyalah obeng kepala plus, mangkuk kecil atau piring untuk sekrup, dua kain lap, dan sedikit cuka atau cairan pencuci piring.

Baca juga: Cara Membersihkan Kipas Angin Gantung Tanpa Membuat Kotor Ruangan

Sikat gigi bekas atau sikat botol kecil dapat membantumu masuk ke sudut dan celah, tetapi jika kamu tidak memilikinya, kain lap saja sudah cukup untuk membersihkannya.

Untuk membersihkan kipas angin berdebu, kamu harus melakukannya di luar ruangan dan lengkapi dirimu dengan sarung tangan dan masker yang mampu melindungi mulut dan hidung dari debu yang halus, agar tak masuk ke saluran pernapasan.

Selanjutnya, temukan sekrup yang menahan layar, buka sekrupnya, dan sisihkan baling-balingnya. Simpan sekrup di mangkuk atau piring kecil agar tidak menggelinding, atau hilang saat kamu akan memasangnya kembali.

Gunakan satu lap untuk menyeka debu dan kotoran dari baling-baling dan bagian tengah kipas angin dan bagian lain yang tampak kotor, lalau kibaskan debunya ke angin sepoi-sepoi.

Setelah kamu menghilangkan kotoran yang, oleskan sedikit cuka ke lap lainnya dan serang apa pun yang tersisa.

Baca juga: 7 Cara Menjauhkan Rasa Panas di Kamar Tidur Tanpa Kipas Angin dan AC

Beberapa tetes cairan pencuci piring akan melarutkan lemak ekstra keras, tetapi pastikan untuk menghilangkan sisa sabun secara menyeluruh sehingga tidak menarik lebih banyak debu.

Ketika semuanya telah digosok dan dibersihkan, jemur kipas yang dibongkar di bawah sinar matahari hingga kering.

Jika kamu tidak memiliki ruang luar untuk itu, keringkan semuanya sebaik mungkin dengan handuk bersih dan kering. Selanjutnya, pasang kembali penutup kipas dan skrupnya.

Bergantung pada jenis kotoran apa yang secara teratur terbang di udara di rumah, kamu mungkin perlu mengulangi proses ini sekali atau dua kali setiap bulan, terutama jika kamu menggunakannya setiap hari.

Tetapi begitu kamu melihat betapa mudahnya membersihkan kipas, kamu tidak akan pernah membiarkan kipasmu kotor dan menghembuskan udara kotor itu kembali ke udara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau