Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plus Minus Meletakkan Tanaman Keladi di Bawah Sinar Matahari Langsung

Kompas.com, 17 Agustus 2021, 16:08 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman hias keladi memiliki bentuk, ukuran, dan corak yang berbeda.

Ada yang memiliki warna merah di bagian tengahnya, ada yang bercak putih, dan ada pula yang memiliki corak garis-garis putih. Beragam corak ini membuat keladi menjadi tanaman hias favorit untuk beberapa orang. 

Baca juga: Cara Membuat Daun Keladi Berwarna Cerah dan Indah

Sama dengan tanaman lainnya, tanaman keladi harus mendapatkan paparan sinar matahari untuk tumbuh subur. Namun, jenis paparan sinar matahari seperti apa yang dapat menyuburkan tanaman keladi?  

Dikutip dari kanal YouTube Sisi Lain Tumbuhan, Selasa (17/8/2021), jenis paparan sinar matahari yang diterima tanaman keladi sangat mempengaruhi pertumbuhannya.

Keladi yang diletakkan di tempat yang tidak langsung terpapar sinar matahari akan mempunyai warna hijau. 

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Keladi agar Subur

Sedangkan, keladi yang diletakkan di area terpapar sinar matahari langsung dari pagi hingga sore akan berubah warna menjadi lebih kuning dan pucat.

Selain itu, tanaman keladi yang ditempatkan pada naungan sinar matahari akan memiliki pertumbuhan atau batang lebih tinggi.

Hal ini karena keladi yang tidak terkena sinar matahari langsung akan mencari sumber cahaya dan akhirnya membuat batangnya lebih tinggi.

Sementara itu, tanaman keladi yang terkena sinar matahari langsung membuat batangnya lebih pendek karena tidak mencari sumber cahaya matahari. 

Baca juga: Cara Menanam Bonggol Keladi agar Tumbuh dan Tidak Mati 

Mempengaruhi keladi muda 

Peletakan ini juga berpengaruh pada jenis keladi bicolor. Tanaman keladi bicolor memiliki perbedaan ketika diletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung maupun tidak.

Keladi bicolor memiliki warna hijau pekat pada sisi luarnya dan merah pada bagian tengahnya.

Ketika diletakkan di area tidak terkena sinar matahari langsung, keladi bicolor akan memiliki warna hijau pekat pada bagian sisi luarnya dan merah pekat pada area tengahnya. 

Baca juga: Cara Membuat Keladi Tumbuh Subur dan Berdaun Lebat

Tak hanya itu, hal ini juga terjadi pada keladi muda yang baru tumbuh. Keladi muda akan mengikuti sifat induknya.

Jadi, bila keladi yang lebih dulu tubuh memiliki warna hijau pekat, keladi yang baru tumbuh atau muda juga mempunyai warna hijau pekat dan tulang daun berwarna merah pekat.

Namun, keladi muda yang diletakkan di tempat terpapar sinar matahari langsung akan memiliki warna lebih pudar, bahkan lebih kuning. Perubahan ini akan terlihat ketika keladi mulai tumbuh. 

Baca juga: Cara Mengusir Hama Semut pada Tanaman Keladi dengan Ampas Kopi

Keladi akan memiliki corak yang lebih cantik dan terang ketika diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung.

Pada dasarnya, tanaman keladi memerlukan sinar matahari untuk tumbuh, tetapi dengan intensitas yang sesuai kebutuhan. 

Tanaman keladi boleh diletakkan di area yang terkena sinar matahari langsung selama dua jam selama satu minggu sekali. Anda dapat meletakkan pada pukul 07.00-09.00 atau pukul 08.00-10.00. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau