Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tips Meniru Desain Minimalis ala Jepang untuk Rumah Anda

Kompas.com, 19 September 2021, 19:32 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Filosofi desain minimalis melekat erat dalam budaya Jepang karena berakar pada filosofi Zen yang pada gilirannya sangat mempengaruhi desain Jepang.

Perlu diketahui, pusat sosial dari rumah tradisional Jepang adalah ruang multifungsi yang fleksibel, yang disebut washits (secara harfiah diterjemahkan menjadi 'ruang Jepang') atau ruang tatami. 

Baca juga: Kenapa Rumah Minimalis Disukai Generasi Milenial?

Ruang tatami ini merupakan ruang kosong yang dapat melayani sejumlah tujuan. Tradisi memiliki ruangan yang fleksibel ini sangat relevan di dunia kita saat ini sehingga cocok untuk ditiru atau diterapkan pada rumah atau ruangan di rumah. 

Lantai, bagaimana menerapkan desain minimalis ala Jepang? 

Melansir dari Home and Decor, Minggu (19/9/2021), berikut ini tips meniru desain minimalis ala Jepang. 

Baca juga: 7 Ide Desain Ruang Tamu Minimalis Bergaya Skandinavia

Menentukan fleksibilitas

Ruang keluarga saat ini tidak hanya menjadi area berkumpul, tapi juga ruang kerja atau belajar sejak diberlakukannya belajar dan bekerja dari rumah akibat pandemi virus Covid-19.

Buat transisi lebih mudah dengan memiliki furnitur multifungsi dan portabel yang diletakkan rendah di tanah. 

Selain itu, mempertimbangkan partisi ruangan yang fleksibel seperti akordeon atau pintu geser atau tirai untuk menggabungkan dan membagi ruangan sesuai dengan kebutuhan. 

Baca juga: Ide Desain Dapur Minimalis Bergaya Jepang, Bersih dan Rapi 

Berusaha serapi dan sebersih mungkin

Mengambil halaman dari buku pedoman Marie Kondo, semua yang ada di rumah Anda harus memiliki ruang sendiri.

Untuk itu, cobalah mempertimbangkan penyimpanan tersembunyi dengan furnitur kayu flush yang terlihat rapi dan tertata.

Dengan tampilan ini, membuat rumah bebas dari kekacauan serta tampak minimalis alias minim benda-benda yang berantakan. 

Baca juga: 9 Tips Mendekorasi Rumah Minimalis 

Biarkan hal-hal berubah dengan cermat 

Terakhir, tips meniru desain minimalis ala Jepang adalah membiarkan hal-hal berubah dengan cermat. Rapi dan teratur tidak harus membosankan.

Bangun palet bahan Anda dengan bahan alami yang akan mendapatkan patina seiring bertambahnya usia atau menampilkan ketidaksempurnaan yang menarik secara visual seperti kayu patri, kayu shou sugi ban, dan baja corten.

Tambahkan rona putih ke skema warna dengan kertas, yang akan mempertahankan kualitas aslinya untuk waktu yang lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau