Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Oktober 2021, 18:40 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Apakah perilaku kucingmu aneh, membingungkan, membuatmu bertanya-tanya bahwa hanya kamulah yang memiliki kucing aneh seperti itu? Faktanya, kamu bukan satu-satunya yang melihat perilaku aneh si kucing.

Bahkan sebenarnya ini adalah hal yang wajar untuk si kucing. Tapi, tentu kamu penasaran, apa arti perilaku aneh kucingmu?

Melansir dari The Spurce Pets pada Sabtu (9/10/2021) berikut ini perilaku aneh kucing dan penjelasannya.

Baca juga: 6 Fakta Menarik Ras Kucing Balinese, Benarkah Berasal dari Bali?

Berguling

Apakah kucingmu suka berbaring di lantai lalu berguling dengan raut wajah menggemaskan? Jika demikian, itu biasanya menandakan bahwa kucingmu merasa aman dan mungkin menginginkan perhatian darimu. Selain itu, ini juga bisa jadi cara kucing untuk menandai areanya dengan aroma tubuhnya.

Memperlihatkan bokong

Terkadang saat dielus-elus kucing tiba2 membelakangi pemilik lalu memperlihatkan bokongnya sambil mengangkat ekor tinggi-tinggi.

Ekor yang terangkat menandakan kucing lain bahwa kucingmu merasa aman dan dengan ramah menawarkan kesempatan untuk mengendus pantatnya.

Ketika kucing melakukan ini di hadapanmu, itu seperti memberikan pelukan dan ciuman sebagai seorang teman.

Baca juga: Kucing Tampak Sedih? Beberapa Hal Ini Bisa Menjadi Penyebabnya

Memakan plastik

Ilustrasi kucing makan rumputshutterstock Ilustrasi kucing makan rumput

Beberapa kucing memiliki kebiasaan aneh memakan plastik. Ini adalah tanda bahwa kucing menyukai tekstur plastik sekaligus tanda bahwa giginya sedang tumbuh.

Namun, plastik bisa menjadi bahaya tersedak atau menyebabkan penyumbatan usus, jadi sebaiknya ganti kebiasaan mengunyah plastik ini dengan mainan.

Baca juga: Kenali, Ini 5 Bentuk Komunikasi Kucing Lewat Matanya

Makan rumput

Apakah kucingmu suka makan rumput? Kucing adalah karnivora, tetapi mereka juga senang mendapat nutrisi dari tumbuhan hijau salah satunya rumput. Di alam liar, mereka akan mendapatkan nutrisi ini dengan memakan isi usus mangsanya.

Mengedipkan satu mata

Ketika kucingmu "mengedipkan mata" padamu, apakah itu ia sedang menggodamu? Ini bisa jadi salah satu cara untuk menafsirkan komunikasi mata kucing, kadang-kadang disebut ciuman kucing.

Baca juga: 8 Hal yang Mungkin Terjadi jika Tidur Bersama Kucing

Kedipan mata kucing yang lambat adalah pujian yang luar biasa. Ini adalah sinyal non-ancaman yang digunakan kucing satu sama lain serta manusia yang membuat mereka nyaman. Kamu dapat membalasnya dengan melakukan hal yang sama yakni mengedipkan mata.

Mengganggumu saat menelpon

Jika kucingmu sering mengganggumu ketika telepon, mengetik, membaca, itu tandanya ia merasa iri karena kamu memberi perhatian ke objek selain dira.

Solusinya adalah memberi kucing lebih banyak waktu satu lawan satu serta mainan interaktif untuk membuatnya tetap terstimulasi.

Baca juga: Cara Mengatasi Kucing Peliharaan yang Tidak Mau Makan

Kepala menyeruduk

Tingkah laku unik kucing seperti kepala menyeruduk atau allorubbing, mengacu pada cara kucing menggosokkan tubuhnya ke kucing lain, manusia, atau bahkan anjing keluarga yang dipercaya. Ini dilakukan untuk menandai dengan aroma mereka dan mengklaim sebagai miliknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau