Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 November 2021, 17:30 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Pasti Anda pernah memberikan sisa makanan terutama tulang-tulang ayam untuk kucing peliharaan atau kucing liar?

Memang kucing suka makan ayam, tapi apakah kucing boleh makan tulang ayam? Kucing di alam liar menangkap dan memakan burung, dari daging hingga tulangnya.

Dan faktanya, tulang-tulang ini sebenarnya bisa menjadi sumber mineral yang bagus. Tapi ada satu perbedaan utama antara tulang yang ditemukan di alam liar dan yang berasal dari sisa makanan kita, terutama jika tulang ayam itu masih mentah.\

Baca juga: 5 Penyebab Kucing Peliharaan Selalu Lapar

Kucing merupakan hewan pemburu dan termasuk dalam hewan karnivora. Artinya, ia menyantap daging sebagai makanan utama hariannya.

Namun, kucing tidak bisa makan tulang ayam yang dimasak. Meskipun mereka mungkin menganggapnya sebagai suguhan yang sangat lezat, ada beberapa bahaya kesehatan serius jika kucing Anda memakannya.

Apa saja bahaya memakan tulang yang dimasak? Melansir dari Excited cats pada Jumat (19/11/2021) berikut penjelasannya.

Baca juga: Berapa Lama Kucing Peliharaan Bisa Ditinggal Sendirian di Rumah?

Tulang ayam yang dimasak cenderung rapuh

Setelah dimasak tulang ayam menjadi lunak dan rapuh. Dan ini membuat mereka berbahaya untuk dimakan kucing Anda.

Alih-alih tulang menjadi aus secara alami, mereka cenderung patah menjadi pecahan kecil. Pecahan ini dapat dengan cepat tersangkut di tenggorokan kucing Anda dan menyebabkan mereka tersedak. Dan pecahan ini juga dapat memotong mulut dan lapisan kerongkongan kucing Anda.

Baca juga: Tips Memilih Mangkuk Makan Terbaik untuk Kucing

Tulang yang dimasak mengandung bahan beracun

Apa yang lezat bagi kami tidak selalu bagus untuk kucing Anda. Sebagian besar waktu ketika kita memasak ayam, kita membumbuinya untuk meningkatkan rasa.

Tetapi beberapa bumbu ini bisa sangat beracun bagi kucing. Bubuk bawang putih dan bubuk bawang bombay adalah penyebab utama, dan mereka juga merupakan beberapa bahan penyedap paling umum untuk ayam yang disiapkan untuk konsumsi manusia.

Baca juga: Penyebab hingga Cara Mengatasi Kucing yang Pemarah dan Agresif

Manfaat memakan tulang mentah untuk kucing

Sementara tulang ayam yang dimasak bisa menjadi bahaya nyata dan nyata bagi kucing Anda, tulang mentah bisa menjadi makanan yang sangat baik.

Tulang mentah penuh dengan kalsium. Kalsium adalah bagian yang sangat penting dari makanan kucing.

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan radang sendi, masalah bulu dan kulit, patah tulang, kelemahan, aritmia jantung, dan lebih buruk lagi. Memberi makan tulang mentah kucing Anda sesekali dapat membantu asupan kalsiumnya.

Baca juga: 5 Tips agar Kucing Tak Terbiasa Menggigit Pemiliknya

Saat memberi makan tulang mentah kucing Anda, pastikan untuk memilih tulang dengan ukuran yang sesuai untuk digerogoti dan dikunyah.

Tulang sayap ayam adalah ukuran yang sempurna untuk ini. Tidak hanya akan pas dengan nyaman di mulutnya, tetapi tindakan mengunyah akan benar-benar membantu memperkuat dan membersihkan giginya.

Namun, pastikan untuk tetap mengawasi kucing Anda saat memberi makan tulang mentahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau