Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanda Tanaman Perlu Repotting ke Pot yang Lebih Besar

Kompas.com, 28 November 2021, 09:50 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum repotting tanaman ke pot yang lebih besar.

Sebab, tidak semua tanaman membutuhkan repotting. Ada tanaman yang dapat tumbuh subur meski di pot yang kecil.

Namun, ada juga beberapa tanaman yang harus dipindahkan ke pot yang lebih besar karena akarnya sudah merambat dan pot kecil tidak mendukung pertumbuhannya dengan baik.

Oleh sebab itu, penting mengetahui tanda-tanda tanaman perlu di repotting. Melansir dari Well and Good pada Minggu (28/11/2021) berikut ini tanda tanaman perlu di-repotting.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Menyebabkan Tanaman Herbal Mati Setelah Repotting

Akar keluar dari dasar pot

Lihatlah bagian bawah tanaman Anda. Jika akarnya keluar dari lubang drainase, berarti ia kehabisan ruang di pot tersebut dan perlu segera dipindahkan ke pot yang lebih besar sehingga pertumbuhannya membaik.

Anda mungkin juga melihat akar melingkar di sekitar bagian atas atau bawah pot Anda, yang merupakan tanda lain bahwa akar tanaman tersebut membutuhkan lebih banyak ruang.

Baca juga: Simak, Ini Cara Repotting Tanaman Dalam Ruangan

Rasio tanaman dengan pot tidak memadai

Jika Anda memiliki tanaman besar yang ditempatkan pada pot yang sangat kecil, maka kini saatnya memperbarui ukuran pot. Sebab, jika tak segera dilakukan, akan menghambat pertumbuhan tanaman. Gunakan rasio ukuran pot haruslah 1/3 dari 2/3 ukuran tanaman.

Tak hanya itu, pastikan juga tanaman Anda memiliki ruang yang cukup agar ia tumbuh dengan sehat.

Baca juga: Cara Repotting Aglonema agar Bisa Makin Subur dan Cepat Besar

Tanamanmu mulai menguning

Ada banyak alasan untuk daun menguning, dari terlalu banyak air hingga terlalu banyak cahaya. Tetapi jika Anda melihat daun menguning ini muncul tiba-tiba, itu bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya untuk merepoting.

Jika potnya sempit maka akarnya akan terikat dalam tanah sehingga nutrisinya tidak terserap sempurna. Kekurangan nutrisi pada tanaman dapat menyebabkan daun menguning.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Membasmi Hama Agas Jamur pada Tanaman

Tanaman Anda kehilangan banyak daun

Sebuah tanaman yang tiba-tiba menggugurkan daunnya menandakan bahwa sudah saatnya untuk repoting.

Tidak mungkin menjaga semua daun itu tetap sehat ketika tanaman Anda penuh sesak dan akarnya tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung tanaman itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau