Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui, Ini Alasan Kucing Melengkungkan Punggungnya

Kompas.com, 6 Februari 2022, 12:19 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Cuteness

JAKARTA, KOMPAS.com - Kucing memiliki banyak tingkah laku untuk mengomunikasikan perasaan yang sedang dialaminya, dari tiba-tiba sering bersuara hingga perubahan gerakan. 

Salah satu perilaku yang sering terlihat adalah kucing melengkungkan punggungnya. Dilansir dari Cuteness, Minggu (6/2/2022), hal ini dilakukan karena beberapa alasan seperti faktor lingkungan, suasana hati, dan lainnya. 

Baca juga: Punya Kucing Penakut? Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Berani 

Kucing dan bahasa tubuh

Kucing tentu memiliki kemampuan menggunakan suaranya untuk berkomunikasi setidaknya sampai batas tertentu.

Sama dengan banyak hewan lainnya, kucing lebih mengandalkan bahasa tubuh daripada bahasa "lisan" untuk menyampaikan pesan tertentu kepada kucing, hewan, dan manusia atau pemiliknya. Petunjuk ini mudah dibaca kucing lain, tetapi membingungkan untuk pemiliknya.

Ilustrasi kucing melengkungkan punggungnyaShutterstock/De Jongh Photography Ilustrasi kucing melengkungkan punggungnya

Untuk itu, sebagai pemilik, Anda perlu mengetahui dasar tentang arti gerakan tubuh tertentu dari kucing sehingga membantu memperkuat ikatan dengan sahabat bulu serta memenuhi kebutuhan kucing. 

Baca juga: Alasan Kucing Suka Tidur di Tempat yang Tinggi

Saat mencoba membaca bahasa tubuh kucing, ada dua hal yang dapat membantu Anda membaca dengan baik, yakni kepala dan ekor.

Menurut The Humane Society, telinga dan mata kucing dapat menceritakan keseluruhan cerita. Telinga yang rata ke belakang pada kepalanya biasanya menunjukkan kucing yang gelisah atau defensif sama dengan pupil yang menyempit.

Namun, telinga yang menghadap ke atas atau ke depan biasanya berarti kucing dalam kondisi santai dan mudah didekati.

Demikian pula, kucing dengan ekor yang lurus dan mengarah ke atas berarti sahabat bulu menginginkan waktu bermain dan memiliki suasana hati yang baik.

Sebaliknya, ekor kucing terselip atau meronta-ronta menjadi tanda perlu menjaga jarak dengan kucing peliharaan

Baca juga: Kucing Suka Makan Kertas? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya 

Mengapa kucing melengkungkan punggungnya?

Ilustrasi kucing melengkungkan punggungnyaShutterstock/Tiplyashina Evgeniya Ilustrasi kucing melengkungkan punggungnya
Selain bagian depan dan belakang kucing, tubuh kucing juga dapat memberi tahu banyak hal tentang apa yang mereka pikirkan dan rasakan, terutama punggungnya.

Sering kali, punggung yang melengkung tidak lebih dari sekadar "Saya sedang melakukan peregangan" atau "Saya ingin Anda membelai saya di sini!"

Anda mungkin telah memperhatikan bahwa beberapa kucing suka dibelai pada punggung bawahnya—di dekat pangkal ekornya.

Punggung melengkung juga bisa muncul saat bermain perkelahian, baik dengan pemiliknya, mainan kucing, maupun kucing lain. Hal ini karena menerkam dan perilaku "agresif" lainnya cenderung muncul selama waktu bermain. 

Baca juga: Jangan Pernah Menarik Ekor Kucing, Ini Bahayanya 

Punggung melengkung sebagai peringatan

Mengenali kapan punggung kucing melengkung bisa jadi tanda peringatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak nyaman.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau