Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Pemutih untuk Membersihkan Rumah dan Cara Aman Menggunakannya

Kompas.com, 17 Februari 2022, 17:11 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemutih menduduki puncak daftar produk rumah tangga yang dapat digunakan untuk membunuh kuman.

Pemutih dikenal karena kemampuannya membuat pakaian putih lebih putih, mensterilkan mangkuk kloset yang kotor, dan membantu membunuh kuman dan virus di berbagai permukaan rumah tangga.

Namun, ada beberapa panduan saat menggunakan bahan kimia ini untuk membersihkan permukaan. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang penggunaan pemutih untuk membunuh kuman

Baca juga: Tak Selalu Pemutih, 3 Bahan Alami Ini Bisa Membersihkan Rumah

Pemutih membunuh kuman, virus, dan bakteri

Ilustrasi penggunaan pemutih sebagai pembersih rumah. SHUTTERSTOCK/DAPHNUSIA Ilustrasi penggunaan pemutih sebagai pembersih rumah.
Menurut David Nazarian, dokter perawatan primer bersertifikat di Concierge MD, sebuah perawatan medis di Amerika Serikat, bahan aktif dalam pemutih, yakni natrium hipoklorit, efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus, termasuk virus influenza, staphylococcus (yang menyebabkan infeksi staph), streptococcus (paling dikenal sebagai penyebab radang tenggorokan ), salmonella (yang menyebabkan diare, demam, dan kram perut), bahkan flu biasa.

"Anda bisa menggunakan pemutih sebagai disinfektan permukaan untuk menghancurkan struktur protein organisme seperti virus dan bakteri," kata Nazarian dilansir dari Insider, Kamis (17/2/2022)

 Baca juga: Bolehkah Membersihkan Mesin Cuci Menggunakan Pemutih?

Menurut Viseslav Tonkovic-Capin, dokter kulit bersertifikat ganda dan editor DermBoard, natrium hipoklorit mengoksidasi atau membakar membran pelindung bakteri dan cangkang protein virus sehingfa membuat mereka rentan terhadap kehancuran.

Nazarian mengatakan membersihkan permukaan yang keras dengan pemutih dapat mencegah penyebaran infeksi karena pemutih secara efektif menghilangkan patogen yang hidup pada permukaan, dapat ditransfer dengan tangan ke mulut atau hidung Anda, serta mendapatkan akses ke sistem tunuh Anda. 

Baca juga: Simak, 3 Tips Menggunakan Pemutih Sebagai Disinfektan

"Misalnya, influenza dapat hidup pada permukaan selama 24-48 jam dan Covid-19 dapat bertahan hingga 72 jam, tergantung pada permukaannya. Pemutih secara drastis mengurangi kemungkinan ini," ucap Nazarian. 

United States Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa natrium hipoklorit efektif melawan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Namun, setelah menyeka permukaan yang tidak keropos, Anda harus memastikan membiarkan pemutih menempel pada permukaan selama 10 menit atau lebih untuk memastikan disinfeksi yang tepat. 

Baca juga: Baking Soda Vs Pemutih, Mana yang Lebih Efektif untuk Pakaian Putih? 

Cara menggunakan pemutih untuk membunuh kuman di dalam rumah

Ilustrasi pemutih. SHUTTERSTOCK/IRINA ANNARUMMA Ilustrasi pemutih.
Sebelum menggunakan pemutih, pastikan permukaan yang dibersihkan dapat menangani disinfektan. Misalnya, pemutih tidak boleh digunakan pada lantai kayu atau permukaan yang dicat.

Namun, pemutih boleh digunakan pada sebagian besar meja dapur, wastafel kamar mandi, bahkan permukaan lain yang sering disentuh seperti gagang pintu dan keran.

Untuk membersihkan permukaan dengan pemutih rumah tangga yang tidak diberi wewangian, CDC merekomendasikan Mencampur satu cangkir pemutih dan 18 liter air. Berikut cara melakukannya: 

Baca juga: Simak, 3 Tips Menggunakan Pemutih Sebagai Disinfektan

  • Campurkan satu cangkir pemutih dan 18 liter air dalam ember.
  • Gunakan larutan tersebut untuk menggosok permukaan yang kasar dengan sikat kaku.
  • Keringkan di udara selama minimal 10 menit. Karena ini dapat menghasilkan asap beracun, waspadai tanda-tanda paparan berlebihan seperti pengelihatan kabur, kesulitan bernapas, dan sakit kepala. Jika Anda mengalami ini, CDC mengatakan untuk mencari bantuan medis. 

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Menggunakan Pemutih untuk Membersihkan Rumah

Untuk jumlah pembersih yang lebih kecil, CDC merekomendasikan menggunakan empat sendok teh pemutih dengan satu liter air dan mengikuti instruksi yang sama.

Untuk membersihkan kain dengan pemutih, tambahkan pemutih ke siklus pencucian, lalu keringkan. Ini efektif untuk pakaian berwarna putih. 

Baca juga: Mana yang Lebih Baik Menghilangkan Jamur, Pemutih atau Cuka?

Mengenai jumlah pemutih, Clorox merekomendasikan 3/4 cangkir pemutih untuk muatan ukuran biasa. Jika muatannya ekstra besar atau sangat kotor, tambahkan 1 1/4 cangkir ekstra.

Hal yang perlu diperhatikan, pemutih tidak boleh dioleskan langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi. Jika Anda terkena langsung pada kulit, cuci dengan sabun lembut dan air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau