Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Februari 2022, 15:38 WIB
Nabilla Ramadhian,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com – Pencahayaan yang tepat dapat meningkatkan tampilan ruangan, serta rumah secara keseluruhan.

Kendati demikian, lampu yang terus berkedip dapat mengganggu pemandangan, terlebih jika kamu tidak tahu apa yang menyebabkannya berkedip tanpa henti.

Baca juga: Kap Lampu Kotor? Ini Langkah Tepat Membersihkannya

Dilansir dari The Spruce, Sabtu (19/2/2022), terdapat beberapa alasan yang mungkin menyebabkan lampu rumah terus berkedip. Apa saja?

1. Bohlam kendur

Lampu LED tak hanya menjadi cara menghemat energi listrik,  tetapi juga lebih tahan lama dan memberikan kualitas cahaya yang sama atau bahkan lebih baik.SHUTTERSTOCK/VOLODYMYR PLYSIUK Lampu LED tak hanya menjadi cara menghemat energi listrik, tetapi juga lebih tahan lama dan memberikan kualitas cahaya yang sama atau bahkan lebih baik.

Salah satu cara yang sering dilakukan saat lampu berkedip adalah dengan mengencangkan kembali bohlam.

Perlu diketahui, bohlam terbaik pun dapat terbuka atau terlepas secara perlahan seiring berjalannya waktu, khususnya bohlam di dekat area getaran.

Baca juga: 4 Jenis Lampu yang Biasa Digunakan Setiap Ruangan di Rumah

Bohlam di plafon lantai pertama, misalnya, dapat terguncang karena lalu lintas manusia di lantai atas. Bagian yang mengendur sering kali tidak terjadi pada bohlamnya.

Namun, area pada dasar soket akan sedikit kendur sehingga membuat lampu terus berkedip tanpa henti.

2. Outlet longgar

Untuk lampu meja atau lampu lantai, stopkontak yang digunakan dapat membuat bohlam berkedip. Sebab, sumber listriknya mungkin longgar meski bohlam dalam keadaan baik.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau