Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trik Mencegah Anjing Lama Bertengkar dengan Anjing Baru

Kompas.com, 23 Februari 2022, 16:19 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi mereka yang hanya memiliki satu anjing peliharaan di rumah, mungkin ada keinginan untuk menambah anjing baru agar anjing lama mempunyai teman bermain.

Namun, tidak jarang anjing lama akan bertengkar dengan anjing baru karena belum familiar satu sama lain atau anjing baru berusia lebih muda dari anjing lama.

Baca juga: 5 Tips Sebelum Memelihara Anjing, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Pegiat healthy lifestyle for pets dari The Wonderbutts Family, Jessie dan Edison, menjelaskan, pertengkaran dapat terjadi ketika anjing baru berusia sekitar 1,5 tahun.

“Selalu ada masanya berantem. Kita perhatikan, selalu timbul saat anjing yang muda mencapai usia puber dan beranjak dewasa sekitar 1,1 tahun,” tutur Jessie dalam acara live Instagram Kompas.com Kind of Life bertajuk “Rayakan Valentine Bareng Anabul, Yuk Kenali Bahasa Tubuhnya”, Senin (14/2/2022). 

Baca juga: Ingin Mengajak Anjing ke Restoran? Jangan Lakukan Hal Ini

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kind of Life (@my.kindoflife)

Edison mengungkapkan, hal ini lantaran anjing yang lebih muda akan mulai menantang anjing yang lebih tua. Mereka mencoba melihat apakah bisa menjadi “bos” di dalam rumah atau tidak. 

Namun, Edison mengingatkan bahwa sebenarnya tidak ada patokan usia terkait dengan pertengkaran antaranjing karena setiap anjing memiliki kepribadian berbeda.

Baca juga: 12 Ras Anjing Asal Inggris, dari Bulldog hingga Terrier

Tahap pengenalan anjing baru dan anjing lama

Penting untuk menyediakan anjing peliharaan memiliki tempat nyaman untuk tidur dan bebas dari gangguan lingkungan.UNSPLASH/STEVE SEWELL Penting untuk menyediakan anjing peliharaan memiliki tempat nyaman untuk tidur dan bebas dari gangguan lingkungan.

Guna menghindari pertengkaran antara anjing lama dan anjing baru, Edison menyarankan memperkenalkan anjing baru pada anjing lama secara perlahan dan bertahap.

“Hati-hati. Sebisa mungkin, kalau bawa anjing baru masuk, jangan langsung dicampur. Perkenalkan bertahap, pelan-pelan, kasih waktu bermain sebentar, lalu dipisahkan,” jelas Edison.

Cara ini akan membuat anjing lama maupun anjing baru saling beradaptasi dan familiar satu sama lain. 

Tidak dapat dipungkiri, ada pemilik anjing yang melepas sahabat bulu barunya untuk bermain dengan anjing lama.

Untuk hal ini, Edison tidak merekomendasikannya. "Yang kecil suka gangguin yang dewasa, nanti yang tua lama-lama jadi antipati,” tuturnya.

Baca juga: Studi Ungkap Ajak Anjing Peliharaan Jalan-jalan Bisa Hilangkan Stres

Masih bertengkar? Coba cari pemicunya

Ilustrasi anjing - Anjing ras Manchester Terrier.SHUTTERSTOCK / Lourdes Photography Ilustrasi anjing - Anjing ras Manchester Terrier.

Meski sudah mulai familiar, ada kalanya anjing baru dan anjing lama tetap bertengkar. Untuk itu, cobalah cari tahu apa pemicunya.

Edison berujar ada banyak penyebab anjing baru dan anjing lama masih sering bertengkar.

“Usahakan hindari terjadinya pengalaman buruk (dalam pertengkaran) dan mencari tahu pemicunya, lalu hindari,” tuturnya.

Baca juga: Bisakah Anjing Mengenali Pemiliknya yang Mengenakan Masker?

Salah satu pemicu pertengkaran antaranjing paling umum adalah perihal makanan.

Menurut Edison, beberapa anjing memiliki kebiasaan menikmati makanan sendiri. Mereka tidak suka didekati anjing lain, bahkan diganggu karena ruang pribadi ketika sedang makan sangat penting bagi anjing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau