Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Aman Mengajak Anjing Peliharaan Jalan-jalan ke Mal

Kompas.com, 23 Februari 2022, 15:44 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, pemilik anjing tidak hanya dapat mengajak sahabat bulu jalan-jalan di taman, tapi juga ke mal atau pusat perbelanjaan. 

Sebab, saat ini, ada beberapa mal yang mengizinkan membawa hewan peliharaan masuk. Meski begitu, tidak boleh asal mengajaknya anjing peliharaan ke mal. 

Pegiat healthy lifestyle for pets dari The Wonderbutts Family, Jessie dan Edison, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengajak anjing peliharaan ke mal agar nyaman dan aman seperti berikut ini, Rabu (23/2/2022). 

Baca juga: 5 Tips Sebelum Memelihara Anjing, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kind of Life (@my.kindoflife)

Ajak anjing buang kotoran dulu

Ilustrasi anjing, ilustrasi harness anjing, ilustrasi mengajak anjing jalan-jalan, ilustrasi anjing jalan-jalan.SHUTTERSTOCK / Eric Isselee Ilustrasi anjing, ilustrasi harness anjing, ilustrasi mengajak anjing jalan-jalan, ilustrasi anjing jalan-jalan.

Edison mengimbau semua pemilik anjing menunggu sekitar 10-15 menit sebelum masuk ke mal. Hal ini untuk menunggu anjing peliharaan ingin membuang kotoran terlebih dulu.

“Kalau kita bepergian ke area publik, seperti mal, kafe, atau restoran, sebelum masuk, kita sarankan bawa sahabat bulu untuk pipis dan buang air besar dulu,” ujar Edison dalam acara live Instagram Kompas.com Kind of Life bertajuk “Rayakan Valentine Bareng Anabul, Yuk Kenali Bahasa Tubuhnya”, Senin (14/2/2022). 

Setelah semuanya selesai, barulah bisa masuk ke mal. Ulangi langkah ini setiap dua hingga tiga jam sekali.

"Pasang pengatur waktu biar aman dan enggak terjadi sesuatu. Keluar dulu agar anjingnya pipis atau buang air besar, lalu masuk lagi. Ini penting di area publik,” tegas Edison.

Baca juga: 12 Ras Anjing Asal Inggris, dari Bulldog hingga Terrier

Bikin anjing peliharaan lelah

Jessie menyarankan membuat anjing peliharaan merasa lelah sebelum diajak masuk k mal.

“Dibuat capek dulu, jadi enggak terlalu hyper. Diajak jalan atau main, jadi pas sudah masuk ruangan lebih tenang,” tuturnya.

Baca juga: Jangan Memelihara Anjing karena Kesepian dan Patah Hati, Ini Dampaknya

Bawa tas pinggang berisi makanan

Sebagai antisipasi, jika ingin membuat anjing peliharaan segera nurut dengan perintahmu saat berada di mal, bawalah tas pinggang berisi makanan.

Menurut Jessie, sahabat bulu akan lebih susah dikontrol di ruang publik, terlebih tempat yang baru pertama kali dikunjungi.

“Mereka kayak anak kecil, seru saat melihat sesuatu. Kalau kita punya makanan yang mereka sukai dan wangi banget, mereka lebih gampang dipanggil. Ini membantu banget,” jelas dia. 

Baca juga: Bisakah Anjing Merasakan Emosi Manusia? Ini Penjelasannya

Biarkan anjing yang menstruasi di rumah

Ilustrasi anjing, mengajak anjing berjalanUnsplash/Brady Wakely Ilustrasi anjing, mengajak anjing berjalan
Untuk anjing yang sedang menstruasi, Edison tidak menyarankan membawanya ke mal atau area publik lainnya. 

Sebab, hormon dari anjing betina yang menstruasi dapat membuat anjing jantan bertengkar. Anjing jantan memiliki penciuman yang tajam dan naluri alami untuk bersaing akan keluar meski sudah disteril.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau