Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Memelihara Anjing karena Kesepian dan Patah Hati, Ini Dampaknya

Kompas.com, 22 Februari 2022, 20:46 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Tidak dapat dipungkiri, ada orang-orang yang melakukan keputusan impulsif ketika sedang patah hati. Misalnya, memilih untuk memelihara anjing. 

Keputusan tersebut diambil bisa karena belum siap berkomitmen dengan orang yang disukai, merasa kesepian, dan membutuhkan teman atau hiburan. 

Baca juga: Bisakah Anjing Mengenali Pemiliknya yang Mengenakan Masker?

Kendati demikian, pegiat Healthy Lifestyle for Pets dari The Wonderbutts Family, Jessie dan Edison, tidak menyarankan mengambil keputusan tersebut. 

“Mereka impulsif, ingin punya pacar, tapi bukan yang sembarangan, jadi ya sudah beli anjing tanpa pikir panjang,” ujar Jessie dalam acara live Instagram Kompas.com Kind of Life bertajuk “Rayakan Valentine Bareng Anabul, Yuk Kenali Bahasa Tubuhnya”, Senin (14/2/2022).

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anjing Menekuk Telinganya ke Belakang

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kind of Life (@my.kindoflife)

Menurut dia, anjing berbeda dengan anak kecil yang bisa mengurus diri sendiri ketika sudah tumbuh dewasa. Sebab, anjing tua pun masih perlu diurus pemiliknya.

Untuk itu, Jessie menegaskan, jangan memelihara anjing jika belum memiliki kesiapan. 

“Perlu kesiapan diri, mental, dan finansial juga siap. Memelihara anjing, biaya yang dikeluarkan saat adopsi, atau membelinya adalah biaya paling kecil. Yang mahal itu merawatnya seumur hidup,” jelas Jessie.

Baca juga: Studi Ungkap Ajak Anjing Peliharaan Jalan-jalan Bisa Hilangkan Stres

Senada dengan Jessie, dalam kesempatan yang sama, Edison mengimbau kepada siapa pun untuk berkomitmen dengan anjing peliharaan. Bahkan, menjaga komitmen itu sama halnya dengan menjaga komitmen dengan pasangan hidup.

“Anjing itu bisa hidup sampai 15-20 tahun, ada yang lebih juga. Sepanjang umur itu, kita komitmennya. (Mereka) benar-benar tanggung jawab kita sampai mereka mati,” ungkap Edison.

Baca juga: Kenapa Anjing Suka Mengejar Motor atau Mobil? Ini Penjelasannya

Menurut Jessie, beberapa orang mungkin hanya menganggap anjing sebagai hewan peliharaan semata. Namun, hal itu berbeda dengan anjing. 

Bagi anjing, manusia menjadi satu-satunya dunia yang dimilikinya. Jika kamu membuang anjing karena tidak siap untuk merawatnya, mereka akan kehilangan seluruh dunianya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau