Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 Maret 2022, 07:52 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurangnya aliran udara di rumah bisa menimbulkan berbagai permasalahan seperti rumah menjadi pengap, berbau, dan tidak sehat. 

Ketika kualitas udara di rumah menurun, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kesejahteraan.

Selain itu, sirkulasi udara dapat terganggu saat cuaca dingin dan lembap, yang akhirnya menimbulkan jamur, lumut, juga bau apek di rumah. 

Baca juga: 4 Tips Menjaga Kualitas Udara Dalam Ruangan Saat Suhu Naik

Beruntung, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga udara tetap mengalir di rumah apa pun cuacanya. Bahkan cara ini juga dapat menghemat uang untuk tagihan pemanas. 

Dikutip dari Homes to Love, Jumat (4/3/2022), berikut empat cara meningkatkan sirkulasi udara di rumah. 

Baca juga: 6 Cara Melembapkan Udara di Rumah Tanpa Humidifier 

Membuka jendela 

Ilustrasi jendela, membuka jendela.SHUTTERSTOCK/BLACKDAY Ilustrasi jendela, membuka jendela.
Membuka gorden dan kerai di tengah hari saat suhunya paling panas dapat memungkinkan sinar matahari masuk ke rumah dan menghangatkannya secara alami tanpa bantuan mekanis apa pun.

Tergantung pada suhu luar, membuka beberapa jendela selama 20 menit memungkinkan pertukaran udara serta membantu menyegarkan rumah. 

Baca juga: 8 Tanaman Pembersih Udara Terbaik Menurut Feng Shui

Biarkan tirai terbuka sampai matahari terbenam, lalu menutupnya rapat-rapat untuk menjaga udara hangat tetap masuk. 

Tiga ruangan yang perlu mendapat sirkulasi lebih adalah dapur, kamar mandi, dan ruang mencuci. Ini juga merupakan ruangan yang paling banyak menciptakan bau.

Membuka pintu atau jendela untuk waktu singkat dapat membantu mengatasi masalah kualitas udara. 

Baca juga: 8 Tanaman Hias Terbaik untuk Memurnikan Udara dan Mempercantik Dapur 

Kipas angin plafon

Membalikkan aliran kipas angin plafon dengan menjalankannya pada kecepatan rendah dan searah jarum jam bisa menciptakan aliran udara ke atas. Ini akan memaksa udara hangat yang berada di dekat plafon ke bawah dan menciptakan aliran udara saat udara hangat naik.

Manfaat lain dari trik sederhana ini adalah menghemat uang. Sangat mahal menjalankan pemanas dan AC, tetapi dengan mensirkulasikan kembali udara hangat, Anda menggunakan lebih sedikit peralatan ini dan suhu lebih hangat akan lebih mudah dipertahankan. 

Baca juga: Selain Memurnikan Udara, Ini 5 Manfaat Memiliki Air Purifier di Rumah

Exhaust fan 

Ilustrasi exhaust fan.SHUTTERSTOCK/PIYAPHUN PHUNYAMMALEE Ilustrasi exhaust fan.
Cara hemat biaya membersihkan udara di kamar mandi dan ruang mencuci adalah menggunakan exhaust fan

Mereka sering menjadi bagian dari kipas, lampu pemanas, dan unit lampu serta merupakan persyaratan standar jika kamar mandi dan ruang mencuci tidak memiliki jendela atau bukaan eksternal.

Exhaust fan menghilangkan bau secara efektif dan menarik udara lebih bersih dari bagian rumah lainnya. Exhaust fan mudah dipasang selama ada akses ke rongga plafon.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau