Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Sabun Insektisida Alami untuk Membasmi Hama pada Tanaman

Kompas.com, 4 Mei 2022, 17:35 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hama merupakan salah satu tantangan dalam merawat tanaman. Keberadaan hama ini tidak dapat diprediksi sehingga agak sulit untuk mencegahnya.

Ketika ingin mengusir hama yang muncul dari tanaman, pilihan pertamanya adalah menggunakan pestisida. 

Baca juga: Kenali, 3 Hama Penyebab Daun Cabai Mengeriting dan Solusinya

Namun, jika menginginkan penggunaan bahan yang bebas kimia, Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami. Alih-alih mematikan serangga dengan pestisida, cobalah membuat sabun insektisida sendiri.

Larutan bebas bahan kimia ini akan memusnahkan hama bertubuh lunak dengan melarutkan eksoskeleton mereka, yang menyebabkannya mengalami dehidrasi.

Campuran ini dapat mendatangkan malapetaka pada lalat putih, kutu daun, tungau laba-laba, dan kumbang Jepang, tetapi tidak akan membahayakan lebah, kepik, dan sebagian besar serangga bermanfaat lainnya.

Dilansir dari Home Guides SF Guides, Rabu (4/5/2022), berikut cara membuat insektisida alami untuk membunuh hama pada tanaman. 

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Alami untuk Membasmi Hama Ulat Grayak

Isi wadah dengan air hangat

Ilustrasi merawat tanaman hias; ilustrasi menyiram tanamanShutterstock/Dragana Gordic Ilustrasi merawat tanaman hias; ilustrasi menyiram tanaman
Langkah pertama membuat larutan insektisida alami di rumah untuk membunuh hama adalah mengisi mangkuk atau ember bersih dengan 3,5 liter air keran suam-suam kuku.

Jika kondisi air di wilayah Anda merupakan air sadah atau keras, pertimbangkan menggunakan air kemasan. Air sadah dapat menyebabkan buih sabun berkembang pada tanaman. 

Tambahkan sabun 

Setelah itu, tambahkan lima sendok makan sabun cair ke dalam air.  

Baca juga: 8 Tips Membasmi Berbagai Hama di Rumah, dari Kecoak sampai Rayap

Gunakan minyak canola, jagung, zaitun, atau safflower

Tuang dua sendok makan minyak canola, jagung, zaitun atau safflower. Minyak mengentalkan campuran dan membantunya menempel pada dedaunan.

Selain itu, minyak ini juga bisa mencekik serangga kecil yang tidak bergerak seperti kutu daun. 

Baca juga: 5 Cara Membasmi Hama Agas pada Tanaman Dalam Ruangan

Tambahkan bawang putih bubuk atau lada merah bubuk

Selanjutnya, taburkan satu sendok teh bawang putih bubuk atau lada merah bubuk. Penambahan ini membantu menangkal serangga pengunyah karena mereka tidak menyukai rasanya. 

Campur rata

Aduk atau kocok campuran dengan baik sampai busa terbentuk, lalu tuangkan larutan ke dalam botol semprot bersih. 

Baca juga: Jenis Hama Kutu yang Menyerang Tanaman Jeruk dan Cara Pengendaliannya

Semprotkan 

Bila sudah, semprotkan larutan ke semua batang serta bagian atas dan bawah daun dengan larutan tersebut, tetapi hindari menyemprot bunga tanaman jika memungkinkan.

Air sabun bekerja paling baik ketika bersentuhan langsung dengan serangga. Terapkan kembali setiap empat hingga tujuh hari atau sesuai dengan kebutuhan untuk mengendalikan hama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau