Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bawa Sial, Ini Barang yang Harus Disingkirkan dari Rumah Sebelum Perayaan Imlek

Kompas.com, 13 Januari 2025, 09:56 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 29 Januari 2025 tinggal hitungan hari. Bagi mereka yang merayakan Imlek, sejumlah persiapan sudah mulai dilakukan di rumah, salah satunya mendekorasi hunian.

Ya, perayaan Imlek pada dasarnya menyambut tahun baru dengan penuh kebahagiaan dan optimisme bahwa kemakmuran serta kesejahteraan akan menghampiri. 

Baca juga: 6 Bunga yang Dapat Membawa Keberuntungan Saat Tahun Baru Imlek 2025

Perayaan Imlek juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat serta saling mendoakan untuk memperoleh tahun yang penuh berkah.

Maka itu, perlu mempersiapkan rumah dengan baik untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2025, termasuk membersihkan rumah. 

Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, mengatakan kegiatan bersih-bersih rumah dikenal sebelum hari H perayaan Imlek dikenal dengan istilah Spring Cleaning atau bersih-bersih musim semi.

Dalam Spring Cleaning, biasanya keluarga membersihkan rumah secara mendetil di setiap sisi, semua debu dan kotoran yang terkumpul dibersihkan.

Kemudian membersihkan tumpukan barang-barang yang berutjuan membuat rumah menjadi bersih, lapang, dan terang.

"Dipercaya rumah yang bersih, lapang, dan terang, akan siap menerima energi keberuntungan yang datang saat tahun baru Imlek," ucap Yulius dan Angelina. 

Baca juga: 6 Buah yang Dapat Membawa Keberuntungan Saat Imlek 

Dari sudut pandang feng shui ilmiah, rumah yang bersih juga akan membuat Qi atau energi alam, seperti udara dan sinar matahari, dalam bangunan menjadi berkualitas baik serta  mendukung penghuninya untuk hidup lebih sehat, bersemangat, juga produktif mencapai cita-cita.

"Rumah yang lapang berarti memberikan ruang pada Qi untuk lebih leluasa mengalir dalam bangunan. Rumah yang terang juga menjadi penggerak agar Qi bergerak mengalir dengan lancar, tidak berada dalam posisi stagnan," imbuh Yulius dan Angelina. 

Selain itu, adalah hal hal yang tak kalah penting dilakukan saat membersihkan rumah menjelang Tahun Baru Imlek 2025, seperti menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan agar tidak menghalangi energi positif, rezeki, serta keberuntungan datang ke rumah.  

Baca juga: 3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Rumah Saat Imlek, Bisa Bawa Sial 

Yulius dan Angelina menyarankan menyingkirkan semua barang-barang yang menumpuk, rusak tidak terpakai, kotor, atau barang-barang yang menunjukkan kesan tidak beruntung. 

Berikut barang yang harus disingkirkan dari rumah sebelum perayaan Imlek

  • Membuang tumpukan kardus/sampah di rumah dan merapikan barang yang menumpuk.
  • Membuang furnitur, pajangan, atau barang yang rusak.
  • Menyingkirkan tanaman yang rusak, layu, atu tidak sehat serta merapikan pohon berantakan atau lebat.
  • Membersihkan kulkas atau tempat penyimpanan makanan, membuang makanan, minuman, atau obat yang sudah kedaluwarsa. 

"Kondisi rumah yang bersih, lapang, terang, dan tidak berbau ini juga dapat membuat keluarga dan tamu yang berkunjung merasa nyaman," kata Yulius dan Angelina. 

Baca juga: 5 Dekorasi Tahun Baru Imlek yang Membawa Keberuntungan 

Yulius dan Angelina memperingatkan kegiatan membersihkan rumah harus dilakukan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek dan menghindari bersih-bersih ketika hari H perayaan.

Membersihkan dan menyapu rumah saat hari H diyakini dapat menyapu keberuntungan keluar dari rumah. Jadi, simpan semua perlengkapan bersih-bersih rumah, seperti sapu dan kain pel. 

"Kegiatan bersih-bersih sebaiknya dilakukan keesokan harinya pada hari Imlek kedua," imbuh Yulius dan Angelina. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau