Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Sayur yang Sulit Tumbuh, Tidak Cocok untuk Pemula

Kompas.com, 2 April 2025, 20:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam sayuran di rumah memiliki sejumlah keuntungan, seperti dapat diolah kapan saja dan memberikan hasil sayuran yang lebih sehat. 

Menanam sayuran juga tidak memerlukan kebun luas. Sebagian besar tanaman sayur dapat ditanam dalam pot dan dirawat di dalam ruangan. 

Baca juga: 6 Sayuran yang Tidak Boleh Ditanam di Dekat Wortel

Namun, sebelum melakukannya, penting memilih tanaman sayur yang mudah tumbuh di rumah agar hasilnya cepat dinikmati serta tidak merepotkan kamu ke depannya. 

Apalagi, mengingat, ada beberapa sayuran yang sulit tumbuh sehingga butuh kesabaran dan ketelitian menanamnya, terlebih untuk kamu tukang tukang kebun pemula. 

Nah, dilansir dari The Spruce, Rabu (2/4/2025), berikut sejumlah tanaman sayur yang sulit tumbuh

Asparagus 

Megan Barrios, Manajer Bunga dan Berkebun di Glengate, mengatakan dua kesulitan utama menanam asparagus adalah ruang dan waktu. 

“Asparagus bisa memakan banyak tempat, tumbuh setinggi 1,2 meter dan lebar 60 sentimeter,” kata Barrios.

Asparagus membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk mencapai puncak kematangan, yang berarti kamu tidak akan mendapatkan hasil panen atau hasil sangat sedikit sampai tanaman matang. 

Baca juga: 5 Sisa Sayuran yang Mudah Ditanam Kembali di Air  

Seledri 

Ilustrasi menanam seledri di polybag. SHUTTERSTOCK/ARIKEKASATYA Ilustrasi menanam seledri di polybag.
Selanjutnya, tanaman sayur yang sulit tumbuh adalah seledri. Valeria Nyman, Chief Product Officer di Taim.io, mengatakan seledri sulit tumbuh karena beberapa alasan. 

“Seledri membutuhkan kelembapan konstan, tetapi juga tidak suka kaki yang basah, membutuhkan keteduhan, tetapi tidak tahan dengan naungan yang terlalu banyak,” ucap Nyman.

Seledri juga merupakan tanaman sayur yang membutuhkan banyak air, membutuhkan tanah yang kaya nitrogen. Jika tidak memiliki jenis tanah yang tepat, seledri akan menguning dan berserabut. 

Baca juga: 5 Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas agar Segar Lebih Lama

Jagung 

Meski umumnya ditanam di seluruh negeri, Barrios mengatakan ada beberapa hal yang membuat jagung sulit ditanam tukang kebun rumahan.

“Jagung diserbuki angin, jadi harus ditanam dalam blok-blok yang terdiri atas tiga atau empat tanaman,” katanya.

Jika berencana hanya menanam beberapa tanaman jagung, tidak akan mendapatkan hasil yang banyak. 

Menurut Carissa Kasper, pemilik Seed and Nourish, jagung bisa jadi sulit tumbuh karena harus ditanam dalam blok besar untuk penyerbukan yang baik. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau