Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Keran Air Krom agar Bebas Karat dan Kembali Berkilau

Kompas.com, 25 Agustus 2025, 19:50 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Keran air krom memiliki tampilan yang tampak berkilau seperti cermin dan memberikan kesan mewah pada kamar mandi.

Namun, karena memiliki lapisan tipis di atas logam lain, keran air krom rentan terhadap goresan, kusam, dan bercak air jika tidak dibersihkan dengan hati-hati. 

Baca juga: Cara Merawat Keran Air agar Tetap Berkilau dan Awet

"Krom terlihat indah saat dipoles, tetapi juga rapuh. Karena hanya lapisan tipis, krom mudah tergores atau kehilangan kilaunya jika tidak dirawat dengan benar," ucap Jacqueline Stein, ahli pembersih profesional dan pemilik Home Reimagined di Austin, Texas, Amerika Serikat. 

Itulah sebabnya menggunakan alat dan teknik yang tepat adalah kunci mempertahankan kilau khas dari keran air krom.

Baik menghadapi noda sidik jari sehari-hari maupun mengatasi masalah yang lebih sulit, seperti karat atau penumpukan mineral, menjaga kilau keran air krom sebetulnya tidaklah rumit.

Dengan menggunakan beberapa bahan rumah tangga yang lembut, seperti sabun cuci piring, cuka, dan baking soda, kamu dapat membersihkan serta merawat permukaan keran air dengan aman tanpa merusak lapisan akhir.

Nah, dirangkum dari Southern Living, Senin (25/8/2025), ahli kebersihan membagikan cara membersihkan keran air krom dan membuatnya tampak berkilau. 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 6 Manfaat Memiliki Keran Air Panas di Dapur

Alat dan bahan 

  • Kain mikrofiber. 
  • Sabun cuci piring ringan. 
  • Cuka putih. 
  • Baking soda.
  • Spons atau kain lembut. 
  • Aluminium foil. 
  • Air. 
  • Botol semprot. 
  • Sarung tangan karet (opsional)

Metode pembersihan cepat untuk perawatan sehari-hari

Ilustrasi keran air krom.Unsplash/jefspeetjens Ilustrasi keran air krom.
Krom adalah lapisan logam mengkilap dan dekoratif yang sering kita lihat pada keran, kepala shower, dan perlengkapan kamar mandi lainnya. 

Permukaan krom dapat dijumpai di seluruh rumah, tetapi ruangan paling umum adalah kamar mandi dan dapur.

Sering kali, krom terdapat pada keran, gagang pintu, kepala shower, rak handuk, dan terkadang bahkan perlengkapan lampu. "Krom juga digunakan pada beberapa aksen furnitur, bahkan pada peralatan rumah tangga," jelas Stein. 

Berikut metode membersihkan keran air krom dengan cepat dan perawatan sehari-hari. 

1. Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring ringan dengan air hangat.
2. Celupkan kain atau spons lembut ke dalam air sabun.
3. Seka permukaan krom secara perlahan untuk menghilangkan sidik jari, debu, dan noda ringan.
4. Bilas dengan kain bersih dan lembap.
5. Segera keringkan dengan kain mikrofiber untuk mencegah noda air. Menurut Stein, ini bisa dibilang langkah terpenting dalam membersihkan keran air krom. 

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Kerak Putih di Keran Air Pakai Bumbu Dapur 

Pembersihan mendalam untuk noda air dan penumpukan mineral 

  • Cuka

Ilustrasi keran air krom.Unsplash/ulevik Ilustrasi keran air krom.
1. Campurkan cuka putih dan air bersih dengan perbandingan sama dalam botol semprot.

2. Semprotkan larutan cuka langsung ke keran air krom.

3.Diamkan selama dua sampai lima menit. Jangan terlalu lama karena cuka bersifat asam yang dapat mengikis permukaan keran. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau