Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Penyebab Semut Muncul di Kamar Mandi dan Cara Membasminya

Kompas.com, 28 Oktober 2025, 22:05 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Sama dengan manusia, semut membutuhkan makanan dan air untuk bertahan hidup. Kamar mandi menjadi salah satu tempat utama semut sering muncul karena menyediakan dua sumber tersebut. 

Semut di kamar mandi dapat berkembang dengan cepat dan menginvasi rumah. Tentu saja, kemunculan gerombolan semut ini sangat mengganggu serta tidak diinginkan pemilik rumah mana pun. 

Baca juga: Cara Membasmi Semut dari Dapur, Hilang Selamanya 

Untungnya, ada metode efektif membasmi semut di kamar mandi, yang semuanya dimulai dengan mengidentifikasi akar penyebab kedatangannya. 

Dilansir dari The Spruce, Selasa (28/10/2025), beberapa ahli kebersihan dan profesional pengendalian hama mengidentifikasi tiga penyebab semut muncul di kamar mandi dan cara membasminya dengan cepat.

Air dan kelembapan

Ilustrasi semut.Unsplash/amit_8 Ilustrasi semut.
Brad Guerrera, pemilik Expert Pest Control--layanan pengendalian hama--mengatakan penyebab semut muncul di kamar mandi adalah kelembapan. 

"Semut membutuhkan air sama seperti makanan. Jika memiliki pipa bocor, genangan air, atau kelembapan tinggi, kamu memberi apa yang diinginkan semut," ucap Guerrera yang telah berkecimpung di bidang pengendalian hama selama lebih dari satu dekade. 

Untuk mengatasi penyebab ini, mulailah dari sumbernya. Kurangi kelembapan di rumah  dengan memperbaiki pipa yang retak, membersihkan genangan air, dan sebagainya.

Selain itu, Guerrera merekomendasikan penggunaan pengusir alami, seperti cuka dan baking soda.

"Lap permukaan dengan cuka dan air untuk menghilangkan jejak baunya. Taburkan baking soda atau tanah diatom di sepanjang lis dinding dan titik masuk untuk mengeringkannya," kata Guerrera. 

Baca juga: 7 Cara Membasmi Semut Tanpa Bahan Kimia

Perlengkapan mandi dan produk pewangi

Selanjutnya, penyebab semut muncul di kamar mandi adalah adanya perlengkapan mandi dan produk pewangi.

Semut membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Sumber makanan ini, termasuk camilan lezat, seperti permen dan remah roti, tetapi semut juga tergoda oleh wewangian dari perlengkapan mandi di kamar mandi, seperti pasta gigi serta produk perawatan rambut.

Semut sangat tertarik pada gula sehingga aroma manis sabun, bahkan parfum di kamar mandi, bisa sangat menggoda, bahkan dari jarak jauh.

Untungnya, bahan yang menarik semut juga dapat membantu kamu mengusirnya.

Marla Mock, Presiden Molly Maid--perusahaan rumah tangga asal Amerika Serikat--merekomendasikan mencampurkan satu sendok makan asam borat dengan satu sendok teh gula dan 118 mililiter air untuk digunakan sebagai umpan.

"Rendam bola kapas dalam larutan tersebut dan letakkan di tempat semut beraktivitas," katanya. 

Baca juga: 7 Cara Membasmi Semut Tanpa Bahan Kimia

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau