Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Desain yang Bikin Dapur Sulit Dibersihkan

Kompas.com, 2 Januari 2026, 19:15 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Living Etc

KOMPAS.com - Membersihkan dapur bisa sangat melelahkan ketika terdapat noda sisa masakan, seperti kotoran bumbu dapur, minyak, dan lemak.

Hal ini karena noda-noda tersebut bisa sulit dihilangkan sehingga menghabiskan waktu untuk pembersihan. 

Baca juga: 7 Hal yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Bawah Wastafel Dapur 

Selain itu, tanpa disadari, beberapa pilihan desain dapur tertentu dapat menyulitkan proses pembersihan.

Untuk mencegah kesulitan ini, dikutip dari Living Etc, Jumat, (2/12/2025), berikut beberapa kesalahan desain yang bikin dapur sulit dibersihkan. 

Lapisan backsplash yang rumit

Ilustrasi kitchen island, Ilustrasi dapur.Unsplash/lotusdnp Ilustrasi kitchen island, Ilustrasi dapur.
Backsplash atau lapisan pelindung dinding dengan gaya dekoratif dan bergaris dapat meningkatkan tampilan dapur, tapi membersihkannya bisa jadi hal yang paling dihindari.

Pemasangan ubin backsplash yang detail dengan banyak garis nat adalah mimpi buruk dalam hal pembersihan karena nat dapat menyerap semua lemak dapur dan berubah warna seiring waktu.

Untuk menghindari pembersihan yang menyulitkan ini, sebaiknya buat backsplash dengan bentuk slab yang memiliki permukaan rata dan mulus sehingga lebih sedikit nat yang dibutuhkan dan memudahkan pembersihan. 

Baca juga: 9 Barang Paling Kotor di Dapur yang Harus Segera Dibersihkan 

Meja dapur bahan tertentu

Selanjutnya, kesalahan desain yang bikin dapur sulit dibersihkan adalah meja dapur dari bahan tertentu. 

Penggunaan bahan berpori, seperti marmer atau batu kapur, dapat menyerap minyak, cairan, dan makanan asam, seperti lemon, tomat, serta noda air yang seiring waktu dapat menjadi noda permanen.

Meski sudah dilapisi pelindung, material ini tetap membutuhkan pelapisan ulang secara rutin dan pembersih khusus sehingga kurang efektif untuk pembersihan.

Selain itu, finishing meja dapur juga berpengaruh. Permukaan dengan lapisan mengkilap akan lebih mudah memperlihatkan noda minyak, tetesan air, sidik jari, dan bekas usapan.

Untuk itu, perhatikan pilihan material dan finishing meja dapur.

Rak terbuka dan tepian yang terekspos

Ilustrasi rak terbuka di dapur.Unsplash/beccatapert Ilustrasi rak terbuka di dapur.
Rak dapur dengan model terbuka memudahkan debu dan kotoran untuk masuk. Selain itu, memungkinkan lemak dan minyak masuk di antara celah-celah wadah atau stoples tempat bumbu dapur disimpan. Hal ini berarti perlu usaha ekstra untuk membersihkan area ini.

Berbeda dengan rak terbuka, rak dapur tertutup memberikan perlindungan bagi wadah penyimpanan sehingga lebih steril dan jauh dari noda saat memasak.

Model rak terbuka bisa digunakan untuk area yang lebih bersih dan jauh dari kompor. 

Baca juga: 8 Barang yang Harus Disingkirkan dari Dapur Segera 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau