Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Barang Paling Kotor di Dapur yang Harus Segera Dibersihkan

Kompas.com, 23 Desember 2025, 16:02 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Dapur rentan mengalami kotor dan berantakan karena menjadi tempat memasak serta menyiapkan makanan.

Ditambah lagi, adanya piring bekas di wastafel serta lantai yang lengket atau terkena noda, yang bisa mengundang kuman serta bakteri di dapur

Baca juga: 8 Barang yang Harus Disingkirkan dari Dapur Segera

Hal ini pun membuat dapur menjadi tempat paling kotor di rumah. Sayangnya, meski mengetahui barang-barang ini dipenuhi kuman dan bakteri, kerap terabaikan untuk dibersihkan. 

Dilansir dari The Spruce, Selasa, (23/12/2025), berikut beberapa barang paling kotor di dapur yang harus segera dibersihkan. 

Semua tombol, pegangan, dan panel sentuh

Hampir setiap peralatan dapur memiliki panel tombol atau gagang yang disentuh setiap kali digunakan. Karena itu, penting membersihkan setiap tombol, kenop atau panel sentuh setiap minggu. 

Jika sedang memasak, terutama memasak berbagai bumbu atau daging mentah, kotoran dan noda dapat menempel pada peralatan tersebut.

Bila tidak segera dibersihkan, dapat menyebabkan bakteri berkembang biaki. Bersihkan dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan semprot dan kain bersih atau tisu kertas. 

Baca juga: Barang Dapur yang Wajib Dimiliki untuk Sambut Natal dan Tahun Baru

Saluran wastafel

Ilustrasi wastafel dapur.Unsplash/3dottawa Ilustrasi wastafel dapur.
Selanjutnya, barang paling kotor di dapur yang harus segera dibersihkan adalah saluran wastafel. 

Meski ada banyak air mengalir melalui wastafel dapur, beberapa mikroba bisa saja bersembunyi di permukaannya, terutama di celah-celah antara wastafel dan meja dapur, sekitar saluran pembuangan, dan penutup pembuangan sampah.

Wastafel dapur harus didesinfeksi setelah melakukan aktivitas dapur, seperti persiapan memasak, mencuci piring, dan bersihkan minimal satu hari sekali.

Bersihkan pegangan keran dan area meja dapur di sekitar wastafel. Area-area ini menangkap semua cipratan saat membilas makanan yang terkontaminasi. 

Spons, sikat, dan kain lap piring

Spons dapur, sikat pembersih, dan kain lap piring digunakan untuk membersihkan peralatan dan permukaan dapur. 

Sayangnya, barang-barang ini dapat mengandung banyak bakteri jika tidak dicuci dan didisinfeksi dengan benar.

Untuk menghilangkannya, kamu bisa cuci barang-barang ini dengan air panas setelah digunakan.  

Baca juga: 4 Kesalahan Desain Meja Dapur yang Sebaiknya Dihindari, Ganggu Memasak

Kulkas

Ilustrasi kulkas, Ilustrasi pintu kulkas.SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi kulkas, Ilustrasi pintu kulkas.
Kulkas juga menjadi barang paling kotor di dapur yang harus segera dibersihkan. Sebagian besaar buah dan sayur akan segar lebih lama jika tidak dicuci sebelum disimpan di dalam kulkas.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau