Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias yang Tetap Subur Tanpa Banyak Pupuk

Kompas.com, 8 Januari 2026, 21:16 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Merawat tanaman hias di dalam rumah sering dianggap merepotkan, terutama soal pemupukan rutin. Padahal, tidak semua tanaman membutuhkan asupan pupuk dengan frekuensi tinggi.

Beberapa jenis tanaman hias justru mampu tumbuh sehat dan tampil cantik meski jarang diberi nutrisi tambahan.

Bagi kamu yang menginginkan suasana rumah lebih hijau tanpa harus repot merawat, memilih tanaman yang tidak rewel soal pupuk adalah langkah cerdas. 

Tanaman yang tetap subur tanpa banyak pupuk 

Mengutip berbagai sumber, berikut ini lima tanaman hias indoor yang tetap bisa tumbuh subur meskipun jarang dipupuk.

Baca juga: 7 Tanaman Hias Berdaun Gelap yang Cocok Diletakkan di Dalam Ruangan

Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia)

Tanaman ZZ, yang juga dikenal sebagai pohon dolar, terkenal sebagai salah satu tanaman hias paling tangguh. Tanaman ini mampu bertahan hidup meski jarang disiram dan hampir tidak pernah dipupuk.

Daunnya yang hijau gelap dan mengilap tetap tumbuh dengan baik tanpa tambahan nutrisi. Bahkan, tanaman ZZ masih bisa hidup di area dengan pencahayaan minim.

Meski begitu, pertumbuhannya akan lebih optimal jika diletakkan dekat jendela dan mendapat sinar matahari langsung beberapa jam sehari.

Perlu diketahui, tanaman ZZ memiliki pertumbuhan yang sangat lambat. Untuk mencapai tinggi sekitar 90 cm, dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima tahun. Inilah alasan mengapa tanaman ini tidak membutuhkan banyak pupuk.

Baca juga: 3 Tanaman Hias Warna-warni yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

Aspidistra (cast iron plant)

Sesuai julukannya sebagai cast iron plant, aspidistra dikenal sangat kuat dan tahan banting. Tanaman hias ini mampu bertahan dalam kondisi minim perawatan, termasuk jarang dipupuk.

Aspidistra tetap terlihat hijau segar meskipun tumbuh di tanah yang kurang subur. Selain itu, tanaman ini juga tahan terhadap perubahan suhu, kekurangan air, hingga pencahayaan rendah.

Dalam hal penyiraman, Aspidistra sebaiknya hanya disiram ketika lapisan atas media tanam sudah benar-benar kering. 

Sifatnya yang “tahan segala kondisi” membuat tanaman ini ideal untuk pemilik rumah yang menginginkan tanaman indoor yang praktis dan awet.

Baca juga: 7 Tanaman Hias Berwarna Cerah yang Dapat Mempercantik Rumah

Lidah buaya 

Lidah buaya atau aloe vera termasuk tanaman sukulen yang sangat populer. Selain bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan, tanaman ini juga terkenal mudah dirawat.

Lidah buaya mampu tumbuh di tanah yang kurang subur dan tidak membutuhkan pupuk secara rutin. Justru, terlalu banyak pupuk dapat membuatnya rentan membusuk.

Agar tumbuh optimal, lidah buaya memerlukan beberapa jam sinar matahari langsung setiap hari serta media tanam dengan drainase yang baik. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau