Penulis
KOMPAS.com - Seiring waktu, peralatan masak di dapaur, seperti wajan dan panci, mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Kondisi ini membuat wajan dan panci tidak bisa memasak hidangan dengan maksimal, bahkan sama sekali tidak dapat digunakan lagi.
Baca juga: 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak dengan Wajan Besi Cor
Namun, bagaimana mengetahuii kapan harus mengganti peralatan masak? Dan apa yang harus dilakukan dengan peralatan tersebut ketika sudah tidak terpakai lagi?
Sebelum mengganti peralatan masak baru, cari tahu terlebih dulu cara terbaik membuang peralatan masak lama, termasuk cara mendaur ulang wajan.
Ilustrasi panci aluminium.Namun, ia mencatat bahwa produsen merekomendasikan mengganti beberapa peralatan masak antilengket ringan setiap lima tahun karena lapisan antilengketnya.
Berikut beberapa tanda utama sudah waktunya mengganti peralatan masak lama dengan versi yang lebih baru seperti dirangkum dari Better Homes and Gardens, Jumat (9/1/2025).
1. Goresan atau lubang yang ditemukan pada permukaan antilengket.
2. Bagian bawah panci yang melengkung dan tidak sepenuhnya rata di atas kompor, menyebabkan masakan tidak matang merata.
3. Gagang yang longgar dapat menyebabkan tumpahan dan luka bakar yang tidak disengaja.
4. Inti tembaga yang terbuka pada panci stainless steel berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
5. Retak atau pengelupasan yang dapat memungkinkan logam meresap ke dalam makanan yang masak.
Baca juga: Jangan Pernah Gunakan Spatula Logam pada Wajan Antilengket, Ini Alasannya
Ilustrasi wajan dan panci stainless steel.Jika hingin mengganti dan panci dan wajan lama yang masih aman, pertimbangkan menyumbangkannya ke badan amal atau dapat mendaur ulangnya menjadi alat berkebun, pot tanaman, atau proyek DIY kreatif lainnya.
Sebelum membuang panci dan wajan lama ke tempat sampah daur ulang, pertimbangkan komposisinya.