Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak dengan Wajan Besi Cor

Kompas.com, 20 November 2025, 19:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang senang menggunakan wajan besi cor untuk memasak resep sehari-hari.

Hal ini berkat sifat-sifat material wajan yang tahan retensi panas tinggi hingga menghasilkan hidangan lezat dengan mudah, yang tidak dapat dicapai peralatan masak jenis lain. 

Baca juga: Jangan Pernah Gunakan Spatula Logam pada Wajan Antilengket, Ini Alasannya 

Namun, meski material wajan besi cor kuat dan tahan lama, tahukah kamu bahwa ada makanan tertentu yang sebaiknya tidak dimasak di dalamnya, bahkan dengan wajan besi cor terbaik sekalipun?

Beberapa makanan berpotensi merusak wajan besi cor dan mempengaruhi masa pakainya. Dalam kasus lain, makanan tersebut tidak cocok dimasak dengan metode ini dan kamu bisa berakhir dengan kekacauan yang sulit dibersihkan.

Karena itu, sebaiknya menjauhkan makanan-makanan ini dari wajan besi cor. Namun, sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui, daftar makanan ini terutama berkaitan dengan besi cor tradisional, bukan besi cor berenamel.

Besi cor berenamel memiliki lapisan enamel mengkilap di permukaannya yang melindunginya dari makanan berikut. 

Dirangkum dari Tom's Guide, Kamis (20/11/2025), berikut sejumlah makanan yang sebaiknya tidak dimasak dengan wajan besi cor. 

Baca juga: Penyebab Wajan Stainless Steel Tergores, Amankah Digunakan?

Bahan asam

Ilustrasi wajan besi cor.SHUTTERSTOCK/ALEKSEI ISACHENKO Ilustrasi wajan besi cor.
Masalah ini sering diperdebatkan banyak orang, tetapi ada dugaan bahwa memasak makanan yang sangat asam di wajan besi cor dapat merusak wajan itu sendiri.

Pertama, sifat asamnya dapat mengikis lapisan bumbu, membuat wajan besin cor rentan terhadap karat.

Kedua, beberapa orang mengatakan hal itu dapat menyebabkan wajan melarutkan lebih banyak zat besi daripada biasanya ke dalam makanan itu sendiri, meninggalkan rasa logam.

Besi cor polos akan selalu melepaskan sedikit zat besi ke dalam makanan, tetapi biasanya tidak cukup untuk menimbulkan bahaya kesehatan, kecuali jika kamu mengalami hemokromatosis, yakni kelainan metabolisme dengan tubuh menyerap terlalu banyak zat besi, kemudian menumpuk dan dapat merusak organ-organ penting, seperti hati, jantung, dan pankreas. 

Namun, kelebihan zat besi yang mempengaruhi rasa dapat merusak hidangan.

Bahan asam, termasuk saus tomat, jus lemon, anggur, dan cuka. Ada yang bilang bahan-bahan ini aman dimasak, asalkan wajan tidak terlalu lama terpapar.

Namun, yang lain berpendapat bahan-bahan ini aman dimasak, asalkan lapisan bumbunya tebal dan cukup.

Dengan mempertimbangkan semua ini, disarankan memasak bahan-bahan ini dengan hati-hati. Jangan membiarkannya matang di wajan besi cor lebih lama dari yang diperlukan dan hindari menggunakannya di wajan baru yang bumbunya belum sempat meresap. 

Baca juga: Wajan Stainless Steel, Antilengket, dan Besi Cor: Mana yang Terbaik untuk Masak?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau