Penulis
KOMPAS.com - Pernah melihat kucing peliharaanmu mencakar atau menggaruk lantai di sekitar mangkuk makanannya setelah makan?
Banyak pemilik kucing mengira perilaku ini aneh atau menandakan masalah tertentu. Padahal, kebiasaan tersebut tergolong normal dan merupakan bagian dari naluri alami kucing.
Faktanya, perilaku ini justru menandakan bahwa kucing merasa cukup aman dan nyaman di lingkungannya. Meski begitu, tidak sedikit pemilik yang merasa terganggu, terutama jika kebiasaan ini membuat karpet rusak atau lantai tergores.
Dilansir dari The Spruce Pets, kucing memiliki insting bawaan untuk menggaruk atau “mengubur” area di sekitar makanan. Naluri ini tidak dipelajari, melainkan sudah tertanam secara alami sejak lahir.
Baca juga: Apakah Kucing Takut Mentimun?
Di alam liar, kucing besar seperti macan tutul dan kucing hutan kerap mengubur sisa makanan setelah makan.
Tujuannya sederhana, yakni menyamarkan bau makanan agar tidak menarik perhatian predator atau pesaing, sekaligus menjaga wilayah tetap bersih. Dengan mengubur sisa makanan, aroma menyengat bisa diminimalkan, sehingga mengurangi risiko ancaman dari hewan lain.
Naluri ini tetap terbawa hingga ke kucing rumahan. Meski hidup di lingkungan aman dan makanan selalu tersedia, insting tersebut tidak sepenuhnya hilang.
Itulah sebabnya kucing peliharaan sering terlihat menggaruk lantai, keset, atau bahkan menumpuk benda ringan seperti kertas di sekitar mangkuk makanannya.
Baca juga: 8 Mitos Perawatan Anjing dan Kucing yang Perlu Dihindari
Menariknya, perilaku menggaruk lantai tidak selalu berarti kucing ingin “menyimpan” makanan. Dalam beberapa kasus, kucing justru mencoba mengubur sesuatu yang tidak disukainya, baik itu sisa makanan, bau tertentu, atau benda asing di sekitarnya.
Perilaku ini mirip dengan kebiasaan kucing mengubur kotoran di kotak pasir. Tujuannya sama, yaitu menjaga kebersihan wilayah dan menyingkirkan hal-hal yang dianggap mengganggu.
Jadi, mencakar lantai setelah makan adalah ekspresi naluriah yang sepenuhnya wajar.
Walaupun tidak berbahaya, kebiasaan ini bisa menjadi masalah jika menyebabkan kerusakan pada rumah. Jika kamu ingin meminimalkan perilaku tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan tanpa membuat kucing stres.
Baca juga: Cara agar Kucing Tidak Takut Carrier, Pemilik Harus Tahu
Tempatkan mangkuk makanan di lantai keramik, alas plastik, atau tatakan khusus. Hindari karpet, koran, atau alas kain yang mudah digeser dan dicakar.
Dengan mengawasi kucing saat makan, kamu bisa segera mengangkat mangkuk setelah ia selesai. Untuk makanan basah, sebaiknya sisa makanan dibuang dalam beberapa menit agar tidak memicu naluri “mengubur”.
Jika kucing mulai menggaruk lantai, alihkan fokusnya dengan mainan atau aktivitas lain. Cara ini cukup efektif untuk menghentikan perilaku tanpa paksaan.
Baca juga: Mengapa Kucing Tidak Mengubur Kotorannya di Kotak Pasir?
Menghukum kucing, seperti menyemprot air atau membentak, hanya akan membuatnya stres dan merusak hubungan emosional dengan pemilik. Mengingat perilaku ini bersifat alami, pendekatan lembut jauh lebih dianjurkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang