Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Penyebab Noda Putih Muncul pada Pakaian yang Baru Dicuci

Kompas.com, 31 Januari 2026, 13:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Ketika selesai mencuci pakaian, terkadang kita menemukan noda atau residu putih pada pakaian yang baru dicuci. 

Tentu saja, noda putih ini dapat membuat pakaian kotor, terlihat buruk, serta mengurangi tampilan saat mengenakannya. 

Baca juga: 7 Pakaian yang Sebaiknya Tidak Dicuci dengan Detergen Kapsul

Menggunakan terlalu banyak detergen atau jenis detergen yang salah rupanya dapat menyebabkan penumpukan, terutama pada mesin cuci HE (efisiensi tinggi) yang menggunakan lebih sedikit air.

Meski demikian, detergen bubuk lebih cenderung meninggalkan residu pada pakaian  daripada detergen cair. Jadi, beri kesempatan detergen untuk larut dalam air hangat sebelum menambahkan pakaian.

Mary Gagliardi, ilmuwan dan ahli kebersihan di Clorox, menyarankan melarutkan detergen bubuk dalam air panas sebelum menambahkannya ke mesin cuci.

“Ini adalah strategi bagus untuk orang-orang yang menggunakan detergen bubuk dan mencuci dengan air dingin untuk menghemat energi," ucap Gagliardi.  

Namun, selain detergen, ada beberapa penyebab noda putih muncul pada pakaian yang baru dicuci seperti dilansir dari Better Homes and Gardens, Sabtu (31/1/2026), berikut ini.

Suhu air yang salah

Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.PIXABAY/_alicja_ Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.
Detergen bubuk mungkin tidak larut sepenuhnya, terutama dalam air dingin atau siklus pendek sehingga meninggalkan residu.

Pertimbangkan beralih ke detergen cair atau menggunakan air hangat jika memungkinkan.

“Jika memiliki wastafel cucian di dekat mesin cuci, alirkan air dari saluran air panas untuk menaikkan suhunya sebelum memulai mesin cuci," kata Gagliardi. 

Ini sangat penting bagi orang yang menggunakan mesin cuci efisiensi tinggi yang hanya menggunakan sedikit air.

Jika pemanas air panas jauh dari ruang cucian di bagian rumah yang berbeda, mesin cuci dapat selesai mengisi sebelum cukup air panas mencapai mesin cuci. 

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Mencuci Pakaian untuk Hemat Tagihan Energi 

Mengisi terlalu penuh mesin cuci

Selanjutnya, penyebab noda putih muncul pada pakaian yang baru dicuci adalah jangan terlalu penuh mengisi mesin cuci. 

Meski detergen cucian tidak larut karena air dingin, detergen tersebut tetap harus dibilas dari mesin cuci. Mengisi mesin cuci terlalu penuh dapat mencegah hal ini.

Dalam hal ini, ada dua masalah yang perlu diatasi, yakni tingkatkan suhu air untuk memastikan detergen larut dan kurangi ukuran muatan untuk memastikan larutan detergen bersirkulasi dengan benar serta muatan dibilas secara menyeluruh.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau