Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 Januari 2026, 21:57 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Selain menjaga kebersihan halaman, menutup celah di dinding, serta mengendalikan hama seperti tikus, ada cara lain yang bisa dicoba untuk mencegah ular mendekat, yakni dengan memanfaatkan aroma tertentu.

Menurut para ahli, meskipun ular tidak memiliki indra penciuman seperti mamalia, mereka mampu mendeteksi zat kimia di sekitarnya melalui proses yang disebut chemoreception.

Ular menggunakan lidahnya untuk mengambil partikel dari udara, lalu memprosesnya melalui organ vomeronasal di dalam mulutnya.

Aroma yang tidak disukai ular

Beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di rumah diketahui memiliki aroma yang tidak disukai ular.

Baca juga: 3 Cara Ular Masuk ke Kloset dan Cara Mencegahnya

Dilansir dari Best Life, berikut ini 10 aroma yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir ular dari lingkungan rumah.

Cuka

Cuka dikenal sebagai bahan pembersih alami, tapi juga disebut efektif sebagai pengusir ular karena sifatnya yang asam.

Ular sangat sensitif terhadap zat asam dan cenderung menghindari permukaan yang memiliki aroma tersebut.

Menuangkan cuka di area tertentu, seperti jalur yang sering dilalui ular, dapat membuat hewan ini enggan melintas.

Baca juga: Pakar IPB Ungkap Penyebab Ular Piton Muncul di Sekitar Rumah

Buah jeruk

Aroma citrus seperti lemon, jeruk, dan grapefruit mengandung senyawa limonene yang tidak disukai ular.

Irisan buah jeruk dapat diletakkan di sekitar rumah atau kulitnya digosokkan di kusen pintu dan jendela untuk membantu mengurangi kemungkinan ular masuk.

Kayu manis dan cengkeh

Minyak kayu manis dan minyak cengkeh termasuk aroma yang direkomendasikan untuk mengusir ular.

Penelitian pada spesies tertentu menunjukkan bahwa dua minyak ini mampu memberikan efek penolakan.

Akan tetapi, penggunaannya sebaiknya dilakukan di area yang tidak bisa dijangkau hewan peliharaan.

Baca juga: 8 Tanaman Pengusir Ular yang Dapat Ditanam di Halaman Rumah

Kapur barus

Zat naphthalene dalam kapur barus diketahui memiliki efek mengusir ular. Namun, aromanya cepat menguap sehingga perlu diaplikasikan ulang secara berkala.

Penggunaannya harus hati-hati karena naphthalene dapat bersifat racun jika tertelan oleh manusia atau hewan peliharaan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau