Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tutup Pintu Mesin Cuci, Ini Alasannya Menurut Ahli

Kompas.com, 22 November 2025, 09:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Merawat mesin cuci bukanlah hal yang rumit, tapi ada satu kebiasaan sederhana yang sering diabaikan, yakni tidak menutup pintu mesin cuci setelah digunakan.

Meski terlihat sepele, kebiasaan ini sangat berpengaruh pada kebersihan, aroma, dan umur mesin cuci.

Ahli laundry menekankan bahwa membiarkan pintu mesin cuci terbuka setelah mencuci membantu mencegah jamur, lumut, dan bau tak sedap, sekaligus menjaga performa mesin agar tetap optimal.

Mengapa pintu mesin cuci tidak boleh ditutup?

Setelah satu siklus pencucian selesai, tabung, segel pintu, dan dispenser deterjen masih lembap.

Baca juga: Bisakah Mesin Cuci Dua Tabung Digunakan Bersamaan?

Udara yang terperangkap di dalam mesin cuci akan memudahkan bakteri berkembang biak, yang kemudian menimbulkan jamur dan lumut.

“Membiarkan pintu mesin cuci terbuka saat tidak digunakan dapat membantu mengeringkan bagian dalam mesin dan mencegah bau tak sedap. Udara segar membantu menguapkan sisa kelembapan dari siklus dan mencegah penumpukan residu penyebab bau," jelas Amanda Abraham, manajer di Maytag Laundry, dikutip dari Better Homes and Gardens.

Jika kelembapan dibiarkan menempel terlalu lama, mesin cuci bisa berbau apak, komponen penting seperti segel karet bisa rusak, dan performa mesin menurun. Bahkan, residu air dan deterjen yang menumpuk bisa menyebabkan karat di bagian logam tertentu.

Dengan kata lain, membiarkan pintu terbuka bukan hanya soal aroma, tetapi juga langkah penting untuk memperpanjang umur mesin cuci dan menjaga pakaian tetap bersih.

Baca juga: Mesin Cuci Tidak Berputar? Begini Cara Memperbaikinya di Rumah

Perbedaan perawatan mesin cuci bukaan atas dan depan 

Jenis mesin cuci dapat memengaruhi seberapa penting membuka pintu setelah dicuci. Selengkapnya, berikut adalah penjelasannya.

Mesin cuci bukaan depan (front load)

Mesin ini memiliki segel rapat untuk mencegah kebocoran air. Desain ini membuat kelembapan lebih mudah terperangkap, sehingga front load sangat diuntungkan jika pintu dibiarkan terbuka setelah setiap penggunaan. Abraham menjelaskan: Amanda Abraham, manajer merek terpadu di Maytag Laundry

Mesin cuci bukaan depan mungkin berbau jika tidak diangin-anginkan secara teratur dan dibersilebihhkan setiap bulan.

Baca juga: Bahaya Membiarkan Cucian Semalaman di Mesin Cuci Menurut Ahli

Mesin cuci bukaan atas (top load)

Top load biasanya mudah kering karena tabung terbuka dan air tidak menumpuk. Meski risiko bau lumut lebih rendah, tetap disarankan untuk membiarkan tutupnya terbuka agar udara dapat bersirkulasi lebih baik dan bagian dalam tabung cepat kering.

Berapa lama pintu mesin cuci harus dibuka?

Ahli laundry menyarankan agar pintu mesin cuci tetap terbuka setelah setiap siklus pencucian. Tidak perlu membukanya lebar-lebar, cukup beberapa cm untuk memastikan udara bisa masuk dan sisa kelembapan menguap.

Banyak mesin modern sudah dilengkapi notch atau magnet yang menjaga pintu tetap sedikit terbuka. Jika mesin tidak memiliki fitur ini, door prop atau klip ventilasi khusus bisa digunakan untuk menjaga aliran udara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau