Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Mesin Cuci yang Bau, Cucian Jadi Lebih Wangi

Kompas.com, 29 Oktober 2025, 22:28 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mesin cuci seharusnya meninggalkan aroma bersih pada pakaian, bukan bau apak. Namun, seiring waktu, kerak sabun, sisa pelembut pakaian, dan kelembapan yang terperangkap dapat menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri. 

Akibatnya, mesin cuci bisa mengeluarkan aroma tidak sedap yang menempel pada cucian, bahkan setelah dicuci. 

Masalah ini umum terjadi pada mesin cuci bukaan depan maupun atas, namun bisa diatasi dengan langkah-langkah yang tepat.

Cara membersihkan mesin cuci yang bau

Ilustrasi membersihkan mesin cuci.Shutterstock/fast-stock Ilustrasi membersihkan mesin cuci.

Dilansir dari Martha Stewart, berikut adalah langkah-langkah membersihkan mesin cuci yang bau apak.

Baca juga: Kapan Mesin Cuci Lama Harus Diganti?

Ketahui sumber bau

Menurut Stephanie Phillips, pemilik Phillips Commercial and Residential Cleaning, memahami sumber bau adalah langkah awal yang penting. 

Pada mesin cuci bukaan depan, area yang sering menjadi sumber bau adalah karet paking pintu karena lembap dan menahan residu deterjen. 

Sedangkan pada mesin cuci bukaan atas, bau biasanya berasal dari bagian sekitar tabung atau di bawah tutup mesin, tempat kotoran dan sisa deterjen mudah menumpuk.

Jalankan siklus pembersihan panas 

Setelah mengetahui sumber bau, langkah berikutnya adalah menjalankan siklus pembersihan panas.

Baca juga: Selain Pakaian, 7 Barang Ini Dapat Dicuci di Mesin Cuci dengan Aman

Sebagian besar mesin cuci modern memiliki fitur pembersihan otomatis atau cleaning cycle. Jalankan siklus ini dengan air panas tanpa memasukkan cucian.

Tambahkan 480 ml cuka putih atau 120 ml pemutih ke wadah deterjen, namun jangan mencampurnya.

“Air panas saja sudah cukup, tetapi cuka atau pemutih sangat penting untuk membunuh bakteri dan mengurai penumpukan deterjen," kata Phillips.

Jika mesin cuci tidak memiliki mode pembersihan khusus, jalankan siklus panas biasa agar bakteri dan jamur dapat dihancurkan serta residu sabun larut.

Baca juga: Catat, Ini Siklus Mesin Cuci yang Seharusnya Digunakan

Bersihkan gasket

Bagian gasket karet di pintu mesin cuci sering menjadi tempat tersembunyi bagi kotoran, jamur, dan sisa sabun. 

Untuk membersihkannya, campurkan air dan cuka dengan perbandingan 1:1 atau gunakan larutan pemutih ringan, lalu gosok dengan kain lembut atau sikat kecil. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau