Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dinosaurus Kecil Pemakan Tumbuhan Ditemukan di Korea, Diduga Berbulu Mirip Domba

Kompas.com, 26 Maret 2026, 13:00 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Sci News

KOMPAS.com - Para ilmuwan baru saja mengidentifikasi spesies baru dinosaurus kecil pemakan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu di wilayah yang kini menjadi Korea Selatan. Penemuan ini menjadi sorotan karena berasal dari kerangka parsial individu muda yang memberikan gambaran langka tentang kehidupan dinosaurus di Asia Timur.

Dinosaurus tersebut diberi nama Doolysaurus huhmini, dan diperkirakan hidup pada periode Kapur tengah, sekitar 113 hingga 94 juta tahun lalu.

Selama ini, catatan fosil dinosaurus di Korea dikenal sangat terbatas. Para peneliti menyebut bahwa jumlah dan kelengkapan fosil yang ditemukan masih minim dibandingkan wilayah lain di dunia.

“Catatan fosil kerangka dinosaurus di Korea sejak lama terbatas, baik dari segi jumlah maupun kelengkapannya,” ujar Dr. Jongyun Jung, ahli paleontologi dari University of Texas at Austin dan Chonnam National University, bersama timnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini hanya ada dua spesies dinosaurus lain dari Korea yang diketahui dari kerangka parsial, yakni Koreaceratops hwaseongensis dan Koreanosaurus boseongensis.

Penemuan Doolysaurus menjadi penting karena merupakan spesies dinosaurus baru pertama dari Korea dalam 15 tahun terakhir, sekaligus yang pertama ditemukan dengan bagian tengkorak.

Baca juga: Fosil Bayi Dinosaurus Berkepala Kubah yang Langka Ditemukan di Kanada

Ditemukan di Pulau Aphae

Fosil dinosaurus ini ditemukan pada tahun 2023 di Formasi Ilseongsan, Pulau Aphae, di pesisir barat daya Semenanjung Korea. Fosil tersebut terdiri dari berbagai bagian tubuh, termasuk tulang tengkorak, tulang belakang, kaki belakang, dan gastrolit (batu kecil yang ditelan untuk membantu pencernaan).

Para ilmuwan menggunakan teknologi micro-CT scan untuk melihat struktur anatomi yang tersembunyi di dalam batuan.

“Kami awalnya hanya melihat tulang kaki dan beberapa ruas tulang belakang,” kata Jung.

“Kami tidak menyangka ada bagian tengkorak dan banyak tulang lain. Ada rasa antusias besar saat kami menyadari apa yang tersembunyi di dalamnya.”

Baca juga: Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan dengan Struktur Kulit Unik

Ukuran Kecil, Diduga Berbulu

Doolysaurus diperkirakan berukuran kecil, sekitar sebesar kalkun saat masih muda. Namun, individu dewasa kemungkinan bisa tumbuh hingga dua kali lebih besar.

Analisis jaringan tulang menunjukkan bahwa spesimen yang ditemukan masih sangat muda, kemungkinan berusia sekitar dua tahun.

Menariknya, dinosaurus ini diduga memiliki lapisan seperti bulu halus.

“Saya rasa dinosaurus ini pasti terlihat cukup menggemaskan. Mungkin mirip anak domba kecil,” kata Profesor Julia Clarke, paleontolog dari University of Texas.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dinosaurus Super Kecil dengan Anatomi Paling Aneh

Pola Makan Tak Sekadar Tumbuhan?

Meski tergolong dinosaurus pemakan tumbuhan, keberadaan banyak gastrolit dalam tubuh Doolysaurus memunculkan dugaan bahwa pola makannya lebih kompleks.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau