Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon

Kompas.com, 1 April 2026, 09:40 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

CIMAHI, KOMPAS.com - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Dua prajurit TNI, Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu (Sertu) Ikhwan, gugur dalam insiden ledakan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik pasukan UNIFIL pada Senin (30/3/2026).

Peristiwa ini terjadi di wilayah Bani Hayyan sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Selain dua prajurit yang gugur, beberapa personel lainnya juga mengalami luka-luka akibat ledakan yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Kapten Inf Zulmi Aditya merupakan perwira pertama TNI dari satuan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Baca juga: Dedi Mulyadi Berduka 3 TNI Gugur di Lebanon, Salah Satunya Warga Cimahi

Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015 dan menjadi bagian dari pasukan TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

UNIFIL sendiri merupakan misi penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk sejak Maret 1978 untuk menjaga stabilitas keamanan di Lebanon Selatan, khususnya di wilayah perbatasan dengan Israel.

Bagaimana kondisi keluarga dan proses pemulangan jenazah?

Duka masih menyelimuti keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepulangan jenazah almarhum dari Lebanon ke Indonesia.

Kabar gugurnya Kapten Zulmi tidak langsung diterima secara utuh oleh pihak keluarga. Informasi awal sudah diterima sejak Senin sore, namun baru dipastikan pada Selasa (31/3/2026) setelah ada konfirmasi resmi dari kesatuan.

"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkap kakak sepupu almarhum, Risman Efendi.

Baca juga: PBB Ungkap Temuan Awal soal Penyebab Gugurnya TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon

Ia mengaku keluarga sempat ragu terhadap kabar yang beredar sebelum adanya kepastian resmi.

"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.

Saat ini, keluarga masih menunggu informasi terkait jadwal pemulangan jenazah.

"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman.

Di rumah duka yang berada di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, suasana haru menyelimuti keluarga.

Baca juga: Kemensos Asesmen Bantuan bagi Keluarga Prajurit TNI yang Tewas di Lebanon

Sejak Selasa malam, kerabat dan pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Karangan bunga duka cita juga terlihat memenuhi area rumah, termasuk kiriman dari jajaran Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum dalam misi perdamaian dunia.

Bagaimana reaksi pemerintah daerah?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut.

"Dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas berjaga di Lebanon, tiga prajurit TNI gugur. Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam," ujarnya.

Baca juga: Rencana Pulang Mei 2026 Gagal, Praka Farizal Gugur di Lebanon

Dedi juga mengungkapkan bahwa salah satu prajurit yang gugur berasal dari Jawa Barat, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya yang berasal dari Kota Cimahi.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Semoga seluruh keluarganya ditabahkan dan bisa melewati masa-masa sulit," kata Dedi.

Ia menegaskan bahwa pengabdian para prajurit akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.

"Seluruh tugas yang ditunaikan akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia," tuturnya.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Puan: Negara Berhak Minta Pertanggungjawaban Komunitas Internasional

Selain itu, ia juga berharap konflik global yang masih berlangsung dapat segera berakhir.

"Semoga dunia segera berdamai, konflik segera berakhir," ucapnya.

Apa yang terjadi dalam insiden tersebut?

Insiden bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan misi pengawalan logistik sekaligus menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.

Saat itu, pasukan TNI mengawal konvoi milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol yang bergerak dari sektor 7-2 menuju sektor 7-1.

Dalam rangkaian operasi tersebut, dua kendaraan TNI mengawal enam kendaraan logistik, termasuk membawa kotak jenazah untuk evakuasi almarhum Praka Farizal.

Baca juga: RI di DK PBB: Kami Tak Terima atas Pembunuhan 3 Prajurit TNI di Lebanon!

Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.

Kendaraan tersebut ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya bersama sejumlah personel lainnya. Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.

Akibat kejadian tersebut:

  • Kapten Inf Zulmi Aditya gugur di lokasi
  • Sertu Ikhwan turut gugur
  • Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni mengalami luka-luka
  • Beberapa prajurit lain di kendaraan kedua juga mengalami luka

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duka Keluarga Menunggu Kepulangan Kapten Zulmi, Prajurit TNI asal Cimahi yang Gugur di Lebanon".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sektor ASN di Karawang yang Tak Lakukan WFH, Tetap Kerja di Kantor
Sektor ASN di Karawang yang Tak Lakukan WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Bandung
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Bandung
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bandung
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Bandung
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Bandung
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
Bandung
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Bandung
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Bandung
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau