Penulis
KOMPAS.com - Jan Olde Riekerink menyampaikan kekecewaannya setelah Dewa United Banten FC tersingkir dari AFC Challenge League (ACGL) 2025-2026.
Dewa United gagal melaju ke semifinal usai kalah agregat 2-3 dari Manila Digger pada babak perempat final.
Dewa United kalah 0-1 pada leg pertama di Manila. Pada leg kedua di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/3/2026), laga berakhir imbang 2-2.
Tim tamu sempat unggul lebih dulu melalui gol Pa Ousman Gai dan Modou Joof.
Dewa United lalu membalas lewat dua gol Damion Lowe sehingga skor kembali seimbang.
“Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik," kata Jan Olde dalam laman I.League pada Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Hasil Dewa United Vs Manila Digger 2-2: Wakil Indonesia Terakhir di Asia Gugur
Menurut Jan Olde, Manila Digger memiliki komposisi pemain unik.
Dalam laga tersebut, klub Filipina menurunkan sembilan pemain asal Afrika di susunan sebelas pemain utama. Tujuh di antaranya berasal dari Gambia.
Situasi ini memberi keuntungan bagi tim tamu karena hubungan antarpemain sudah terbentuk sejak lama.
Juru taktik asal Belanda itu menilai faktor tersebut berpengaruh pada permainan di lapangan.
Pelatih Dewa United FC di Liga 1 2024-2025, Jan Olde Riekerink. Baca juga: Hasil HT Dewa United Vs Manila Digger 0-1: Kambuaya cs Wajib Cetak 3 Gol di Babak Kedua
"Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika (Cape Town City), jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu."
"Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis,” kata dia.
Pengalaman melatih di Afrika membuatnya cukup mengenal gaya bermain para pemain dari kawasan tersebut.
Ia menilai tim lawan mampu memaksimalkan aspek fisik dan memanfaatkan peluang di momen penting pertandingan.
Jan Olde juga menyoroti kondisi skuadnya sebelum pertandingan.