KOMPAS.com – Tidak semua respons terhadap trauma dapat terlihat jelas dari luar. Sebagian orang tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, meski sebenarnya mengalami tekanan psikologis yang mendalam.
Kondisi ini dikenal sebagai functional freeze (pembekuan fungsional), yaitu respons trauma ketika seseorang tampak berfungsi normal, tetapi secara emosional merasa terputus atau tidak benar-benar hadir.
“Pembekuan fungsional adalah coping mechanism yang memungkinkan seseorang tetap berfungsi meski berada dalam kondisi trauma,” ujar psikolog klinis Avigail Lev, dikutip dari Verywell Mind, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Terlalu Sering Menonton Video Bencana Bisa Memicu Trauma, Ini Penjelasan Psikolog
Pembekuan fungsional merupakan bentuk respons trauma yang ditandai dengan perasaan terputus secara emosional dan menjalani aktivitas secara otomatis.
Seseorang dalam kondisi ini mungkin tetap bekerja, berinteraksi, dan menjalankan rutinitas, tetapi tanpa keterlibatan emosional yang utuh.
Kondisi ini sering kali tidak disadari karena dari luar, individu tampak baik-baik saja.
“Respons pembekuan fungsional kemungkinan terjadi ketika sistem saraf seseorang telah berulang kali atau secara kronis kewalahan,” jelas konselor Kayla Meyer.
Padahal, di dalamnya, mereka bisa mengalami kelelahan, kebingungan, hingga kehilangan makna dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: 4 Tanda Kamu Terjebak dalam Trauma Bond Relationship, Salah Satunya Menjauh dari Keluarga
Dalam psikologi, respons terhadap trauma umumnya dikenal dalam beberapa bentuk, seperti fight, flight, freeze, dan fawn.
Functional freeze berbeda karena seseorang tetap terlihat “berfungsi”, tetapi sebenarnya berada dalam kondisi freeze secara emosional.
Alih-alih melawan atau menghindar, tubuh dan pikiran cenderung masuk ke mode autopilot untuk bertahan dari tekanan.
Baca juga: Tiba-tiba Jantung Berdebar Saat Hujan? Psikolog Jelaskan Cara Otak Mengingat Trauma
Menurut Meyer, ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan seseorang mengalami functional freeze.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan perasaan menjalani hidup seperti rutinitas tanpa makna, mati rasa secara emosional, serta merasa terputus dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, seseorang juga bisa mengalami brain fog, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, hingga tidak lagi merasakan hal-hal yang sebelumnya menyenangkan.
Meyer menjelaskan bahwa functional freeze umumnya terjadi ketika sistem saraf mengalami tekanan berulang atau berkepanjangan.