JAKARTA, KOMPAS.com - Daya tarik Jakarta sebagai tujuan utama para pendatang untuk mengadu nasib masih belum pudar.
Namun, dibandingkan beberapa tahun lalu, arus urbanisasi ke Ibu Kota kini terlihat tidak lagi seramai sebelumnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat jumlah pendatang baru usai Lebaran 2026 mengalami penurunan.
Baca juga: 967 Pendatang Baru Masuk Jakarta Usai Lebaran 2026, Didominasi Warga Jabar
Tren ini memperlihatkan adanya perubahan pola urbanisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyebut penurunan jumlah pendatang terlihat jelas jika dibandingkan dengan data tiga tahun terakhir.
“Kalau lihat tren tiga tahun terakhir sepertinya terjadi penurunan,” ujar Denny saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data sementara, jumlah pendatang baru yang masuk ke Jakarta sejak 25 Maret hingga 30 Maret 2026 tercatat sebanyak 967 orang.
Baca juga: Disdukcapil Ungkap 3 Penyebab Pendatang Baru Jakarta Menurun
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka tersebut jauh lebih kecil.
Pada 2023, jumlah pendatang pasca Lebaran mencapai 259.318 orang.
Angka ini kemudian turun drastis menjadi 16.207 orang pada 2024, dan kembali menurun menjadi 16.049 orang pada 2025 atau berkurang sekitar 0,97 persen.
Data Disdukcapil menunjukkan mayoritas pendatang masih berasal dari wilayah penyangga Jakarta dan beberapa provinsi lain.
Dari sisi provinsi, pendatang terbanyak berasal dari Jawa Barat sebesar 35,28 persen, disusul Banten 16,92 persen, Jawa Tengah 16,33 persen, serta Sumatera Utara 10,85 persen.
Baca juga: “Bukan Hak Saya, Maka Saya Kembalikan”: Saat Warga Tinggalkan Lahan Makam di Jakbar
Sementara dari kota asal, pendatang paling banyak datang dari Bekasi sebesar 6,39 persen, kemudian Depok 5,5 persen, Bogor 5,03 persen, dan Tangerang Selatan 4,29 persen.
Denny menjelaskan, ada tiga faktor utama yang memengaruhi menurunnya jumlah pendatang ke Jakarta.
Pertama, pertumbuhan ekonomi di daerah yang semakin merata.