Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis peralatan rumah tangga di Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang semakin tersegmentasi.
Pasar tidak lagi semata digerakkan oleh kebutuhan mengganti produk lama, melainkan juga oleh menguatnya segmen renovasi hunian.
Kelompok menengah yang membangun atau membeli rumah baru kini kian menaruh perhatian pada perangkat rumah tangga yang selaras dengan desain, fungsi, serta kualitas hunian secara keseluruhan.
Baca juga: Bosch Perkuat Operasi dan Portofolio Bisnis di Asia Tenggara dan Oseania
Ilustrasi rumah baru.Tren tersebut sejalan dengan dinamika sektor properti nasional. Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) kuartal III 2025 mencatat indeks harga properti residensial tumbuh 0,84 persen secara tahunan pada seluruh segmen hunian.
Pertumbuhan ini turut mendorong aktivitas renovasi dan penataan ulang ruang, terutama pada area yang semakin dianggap sebagai pusat aktivitas keluarga, seperti dapur.
Namun, di tengah melimpahnya pilihan produk, berbagai klaim kemudahan dan efisiensi, serta tuntutan akan perangkat yang tahan lama dan bernilai kompetitif, proses pengambilan keputusan pembelian justru menjadi semakin kompleks.
Konsumen tidak hanya membutuhkan informasi spesifikasi, tetapi juga pengalaman langsung, kelengkapan pilihan, serta solusi yang terintegrasi sejak tahap perencanaan dan renovasi.
Baca juga: Mayoritas Produksi Manufaktur untuk Suplai Kebutuhan Dalam Negeri, Bosch Ikut Ambil Bagian
Dalam praktiknya, segmen ini dinilai belum sepenuhnya terlayani secara optimal oleh kanal ritel konvensional.
CEO Bosch Home Appliances Indonesia Anil Narula mengatakan, konsumen di segmen renovasi memiliki cara pandang yang berbeda dibandingkan pembeli produk pengganti.
Keputusan pembelian tidak lagi didorong oleh kebutuhan sesaat, melainkan pertimbangan jangka panjang yang menyeluruh.
Ilustrasi renovasi rumah.“Pada fase ini, konsumen tidak sekadar membeli satu produk, tetapi merancang rumah dan dapur secara keseluruhan. Karena itu, mereka membutuhkan pilihan produk yang lengkap serta pengalaman langsung, mulai dari demonstrasi hingga sesi memasak, yang tidak selalu dapat dihadirkan melalui toko ritel konvensional,” ujar Anil dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Bosch Minta Pemerintah Jaga Persaingan Pasar dengan Produk China
Berdasarkan kebutuhan tersebut, Bosch Home Indonesia mengembangkan Bosch Home Experience Center sebagai kanal berbasis pengalaman untuk merespons karakter konsumen renovasi.
Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman langsung, sehingga keputusan pembelian didasarkan pada fungsi, kualitas, dan integrasi produk secara utuh, bukan sekadar informasi parsial dari katalog atau etalase.
Dalam waktu dekat, Bosch Home Indonesia menargetkan pengembangan jaringan Bosch Home Experience Center hingga 13 lokasi.
Ekspansi dilakukan secara selektif dengan fokus pada kawasan berpotensi tinggi, terutama wilayah yang mencatat pertumbuhan sektor properti dan aktivitas renovasi yang kuat.
Baca juga: Bosch Pilih Indonesia Jadi Basis Pabrik Modular Pertama, Nilai Ivestasinya Rp 484 Miliar