Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Renovasi hingga Desain Dapur, Strategi Bosch Garap Konsumen Menengah

Kompas.com, 29 Januari 2026, 17:37 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis peralatan rumah tangga di Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang semakin tersegmentasi.

Pasar tidak lagi semata digerakkan oleh kebutuhan mengganti produk lama, melainkan juga oleh menguatnya segmen renovasi hunian.

Kelompok menengah yang membangun atau membeli rumah baru kini kian menaruh perhatian pada perangkat rumah tangga yang selaras dengan desain, fungsi, serta kualitas hunian secara keseluruhan.

Baca juga: Bosch Perkuat Operasi dan Portofolio Bisnis di Asia Tenggara dan Oseania

Ilustrasi rumah baru.pexels.com/binyamin mellish Ilustrasi rumah baru.

Tren tersebut sejalan dengan dinamika sektor properti nasional. Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) kuartal III 2025 mencatat indeks harga properti residensial tumbuh 0,84 persen secara tahunan pada seluruh segmen hunian.

Pertumbuhan ini turut mendorong aktivitas renovasi dan penataan ulang ruang, terutama pada area yang semakin dianggap sebagai pusat aktivitas keluarga, seperti dapur.

Namun, di tengah melimpahnya pilihan produk, berbagai klaim kemudahan dan efisiensi, serta tuntutan akan perangkat yang tahan lama dan bernilai kompetitif, proses pengambilan keputusan pembelian justru menjadi semakin kompleks.

Konsumen tidak hanya membutuhkan informasi spesifikasi, tetapi juga pengalaman langsung, kelengkapan pilihan, serta solusi yang terintegrasi sejak tahap perencanaan dan renovasi.

Baca juga: Mayoritas Produksi Manufaktur untuk Suplai Kebutuhan Dalam Negeri, Bosch Ikut Ambil Bagian

Dalam praktiknya, segmen ini dinilai belum sepenuhnya terlayani secara optimal oleh kanal ritel konvensional.

CEO Bosch Home Appliances Indonesia Anil Narula mengatakan, konsumen di segmen renovasi memiliki cara pandang yang berbeda dibandingkan pembeli produk pengganti.

Keputusan pembelian tidak lagi didorong oleh kebutuhan sesaat, melainkan pertimbangan jangka panjang yang menyeluruh.

Ilustrasi renovasi rumah.SHUTTERSTOCK/MATEJ KASTELIC Ilustrasi renovasi rumah.

“Pada fase ini, konsumen tidak sekadar membeli satu produk, tetapi merancang rumah dan dapur secara keseluruhan. Karena itu, mereka membutuhkan pilihan produk yang lengkap serta pengalaman langsung, mulai dari demonstrasi hingga sesi memasak, yang tidak selalu dapat dihadirkan melalui toko ritel konvensional,” ujar Anil dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Bosch Minta Pemerintah Jaga Persaingan Pasar dengan Produk China

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Bosch Home Indonesia mengembangkan Bosch Home Experience Center sebagai kanal berbasis pengalaman untuk merespons karakter konsumen renovasi.

Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman langsung, sehingga keputusan pembelian didasarkan pada fungsi, kualitas, dan integrasi produk secara utuh, bukan sekadar informasi parsial dari katalog atau etalase.

Dalam waktu dekat, Bosch Home Indonesia menargetkan pengembangan jaringan Bosch Home Experience Center hingga 13 lokasi.

Ekspansi dilakukan secara selektif dengan fokus pada kawasan berpotensi tinggi, terutama wilayah yang mencatat pertumbuhan sektor properti dan aktivitas renovasi yang kuat.

Baca juga: Bosch Pilih Indonesia Jadi Basis Pabrik Modular Pertama, Nilai Ivestasinya Rp 484 Miliar

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau