Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Global: Gen Z dan Milenial Terjebak Overwork, 4 dari 10 Mengaku Stres

Kompas.com, 19 Februari 2026, 17:08 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Kondisi ini menunjukkan, keputusan mengambil pekerjaan tambahan tidak selalu lahir dari ambisi, tetapi dari kebutuhan.

Ambisi tanpa obsesi jabatan

Menariknya, burnout di kalangan Gen Z dan milenial tidak semata dipicu oleh ambisi mengejar jabatan.

Hanya 6 persen Gen Z yang menyebut mencapai posisi kepemimpinan sebagai tujuan karier utama mereka. Meski demikian, mereka tetap ambisius dalam hal pengembangan diri.

Ilustrasi karier, karier bagi pegawai milenial dan Gen Z. FREEPIK/TIRACHARDZ Ilustrasi karier, karier bagi pegawai milenial dan Gen Z.

Sebanyak 70 persen Gen Z mengaku mengembangkan keterampilan untuk kemajuan karier setidaknya sekali seminggu, dibandingkan 59 persen milenial.

Baca juga: Survei: Milenial dan Gen Z Stres di Tempat Kerja, Tekanan Finansial Pemicunya

Lebih dari dua pertiga Gen Z (67 persen) bahkan meluangkan waktu di luar jam kerja, baik sebelum atau sesudah bekerja maupun di hari libur, untuk meningkatkan keterampilan.

Fokus pada continuous learning ini menjadi pedang bermata dua.

Di satu sisi, hal tersebut mencerminkan komitmen untuk bertumbuh. Di sisi lain, ketika pengembangan diri dilakukan di luar jam kerja reguler, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi semakin kabur.

Kesenjangan ekspektasi terhadap manajer

Survei juga menyoroti adanya kesenjangan antara ekspektasi pekerja muda terhadap manajer dan realitas yang mereka alami.

Baca juga: 57 Persen Gen Z Pilih Side Hustle, Tak Lagi Kejar Jabatan Tinggi

Gen Z dan milenial berharap manajer dapat memberi bimbingan, inspirasi, membantu menetapkan batasan untuk menjaga work-life balance, serta berperan sebagai mentor. Namun, banyak yang merasa manajer lebih fokus pada pengawasan tugas harian.

Kondisi ini berpotensi memperparah burnout. Tanpa dukungan yang memadai dalam menetapkan batasan dan mengelola beban kerja, pekerja muda cenderung memikul tekanan secara individual.

Uang, makna, dan kesejahteraan: fondasi kebahagiaan

Deloitte merangkum temuan survei dalam satu konsep, yakni kebahagiaan di tempat kerja terletak pada irisan antara uang, makna, dan kesejahteraan. Ketiganya saling berkaitan erat.

Sebanyak 60 persen Gen Z dan 68 persen milenial yang merasa aman secara finansial menyatakan bahagia, dibandingkan hanya 28 persen Gen Z dan 31 persen milenial yang merasa tidak aman secara finansial.

Ilustrasi karierhobo_018/ Getty Images/iStockphoto Ilustrasi karier

Baca juga: Conscious unbossing dan Krisis Regenerasi: Saat Gen Z Menolak Jadi Bos

Di sisi lain, 89 persen Gen Z dan 92 persen milenial menilai rasa tujuan (purpose) penting bagi kepuasan kerja dan kesejahteraan mereka.

Namun, ketika makna tidak ditemukan dalam pekerjaan, dampaknya terasa. Sekitar 44 persen Gen Z dan 45 persen milenial pernah meninggalkan pekerjaan karena dianggap kurang bermakna.

Kesulitan mendapatkan “trifecta” ini, yaitu fleksibilitas, gaji, dan ketertarikan pada pekerjaan, menciptakan dilema.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau