Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UBS Naikkan Target Harga Emas 2026, Bisa Tembus 6.200 Dollar AS

Kompas.com, 21 Maret 2026, 12:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia diproyeksikan tetap menjadi salah satu fokus utama pasar keuangan pada 2026.

Bank investasi global UBS dalam riset terbarunya menaikkan target harga logam mulia tersebut, seiring meningkatnya permintaan investasi, pembelian bank sentral, serta ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik yang masih membayangi.

UBS menilai dinamika harga emas tidak hanya ditentukan faktor fundamental, tetapi juga dipengaruhi oleh psikologi investor yang mendorong perubahan alokasi portofolio dan persepsi terhadap risiko global.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global

Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.

Target harga emas dunia 2026 versi UBS

Dikutip dari Investing.com, UBS menaikkan proyeksi harga emas menjadi sekitar 6.200 dollar AS per troy ounce untuk periode Maret, Juni, dan September 2026. Revisi tersebut naik dari target sebelumnya sebesar 5.000 dollar AS.

Namun, bank tersebut juga memperkirakan harga emas akan mengalami penyesuaian moderat menjelang akhir tahun.

UBS memperkirakan harga dapat turun ke kisaran 5.900 dollar AS per ounce pada akhir 2026, antara lain dipengaruhi dinamika politik dan ekonomi setelah pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Dalam skenario yang lebih ekstrem, UBS bahkan melihat potensi harga emas dunia mencapai 7.200 dollar AS per ounce.

Baca juga: Go Show Emas Antam Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya

Sementara itu, mengutip Reuters, dalam skenario pesimistis harga emas dunia bisa turun ke sekitar 4.600 dollar AS, tergantung perkembangan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) dan ketegangan geopolitik.

Proyeksi ini mencerminkan optimisme UBS terhadap tren jangka menengah emas, meskipun tetap membuka ruang volatilitas yang cukup besar sepanjang tahun.

Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan potensi suku bunga tinggi di Amerika Serikat (AS). FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan potensi suku bunga tinggi di Amerika Serikat (AS).

Permintaan investasi dan peran bank sentral

UBS menilai lonjakan target harga emas terutama didorong oleh permintaan investasi yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

Pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor struktural penting yang menopang pasar.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 20 Maret 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS

Data terbaru menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral tetap berlanjut meskipun harga telah mencapai level tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa institusi tersebut melihat valuasi emas saat ini masih menarik dalam perspektif jangka panjang.

Program akumulasi emas yang konsisten oleh bank sentral dinilai membantu menstabilkan pasar saat volatilitas meningkat.

Berbeda dengan investor ritel atau institusi keuangan yang dapat menyesuaikan posisi dalam jangka pendek, bank sentral cenderung mempertahankan jadwal pembelian yang stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi harga.

Kondisi ini menciptakan dukungan struktural bagi harga emas, sekaligus memperkuat persepsi emas sebagai aset lindung nilai dalam portofolio global.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 7 Persen dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau